Pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada Rabu (15/7) pagi. Mereka melantunkan lagu-lagu dan slogan provokatif di halaman masjid.

Kantor Kegubernuran Yerusalem merilis rekaman video yang memperlihatkan para pemukim di dalam kompleks. Laporan itu disiarkan oleh Anadolu Agency.

>>> Kejagung Umumkan Kerugian Negara Kasus Samin Tan Capai Rp17,7 Triliun

Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mencatat pasukan Israel melakukan 26 penyerbuan ke kompleks Masjid Al Aqsa selama Juni.

Berdasarkan status quo, pemukim Yahudi dilarang memasuki masjid untuk beribadah.

Namun, sejak 2003 kepolisian Israel mengizinkan warga Israel memasuki kompleks setiap hari kecuali Jumat dan Sabtu. Warga Palestina menilai Israel terus meningkatkan upaya Yahudisasi terhadap Yerusalem Timur.

Sehari sebelum penyerbuan, anggota Knesset Tzvi Sukkot menyerbu sebuah sekolah yatim piatu di Kota Tua Yerusalem Timur.

Ia merusak papan nama sekolah yang memuat nama institusi dan bendera Palestina.

Sukkot, dari partai sayap kanan Religious Zionism, mengunggah video aksinya. Ia mengancam akan menutup sekolah tersebut dan lembaga pendidikan Palestina lainnya.

"Sekolah milik Otoritas Palestina tidak boleh terus beroperasi di wilayah yang berada di bawah kedaulatan Israel," ujar Sukkot yang juga menjabat Ketua Komite Pendidikan Knesset.

>>> Pendaftaran Magang Nasional Bergaji UMP Dibuka Hari Ini, Cek Caranya

Anggota Knesset dari kalangan Arab Israel, Ayman Odeh, mengecam tindakan tersebut. "Bagaimana mungkin ketua Komite Pendidikan Knesset masuk ke sebuah sekolah dan merusaknya hanya karena ada bendera Palestina?"

tulis Odeh di platform X.

Odeh menegaskan sekolah adalah tempat anak-anak belajar, bukan arena politik. Sekitar 390.000 warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur dan setiap hari terepresi oleh pendudukan Israel.