Sebagian besar sekolah di wilayah itu masih menggunakan kurikulum Palestina. Pemerintah Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus meningkatkan tekanan agar sekolah-sekolah Palestina menerapkan kurikulum Israel.

Dalam beberapa pekan terakhir, Sukkot juga melakukan penggerebekan ke sekolah-sekolah Arab di Israel dengan alasan memantau kurikulum. Langkah itu memicu protes orang tua murid.

Penggerebekan terjadi di tengah meningkatnya serangan kelompok sayap kanan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober.

>>> Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bela Timnas Indonesia

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan, mengacu pada resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel sejak 1967.