Seorang pria yang ditembak mati oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Texas ternyata hanya membawa garam, bukan narkoba seperti yang dituduhkan.

Hal ini diungkapkan oleh pengacara keluarga korban.

>>> Perusahaan Ghost Gun Husky Armory Diperintahkan Bayar Rp1,6 Triliun

Lorenzo Salgado Araujo tewas dalam insiden penembakan yang melibatkan agen ICE di Houston. Keluarganya mengecam tindakan aparat yang dianggap terlalu cepat menggunakan kekuatan mematikan.

"Anda tidak bisa menembak dulu baru bertanya kemudian," kata pengacara yang mewakili saudara laki-laki Salgado Araujo. Pernyataan ini menekankan bahwa prosedur standar seharusnya diutamakan.

>>> Mantan Teman D4vd Mengaku Dihadapkan pada Hubungan dengan Remaja 13 Tahun

Insiden ini memicu kembali perdebatan tentang penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat penegak hukum, khususnya dalam kasus yang melibatkan imigran.

Keluarga korban menuntut keadilan dan investigasi menyeluruh.

>>> Ayah Tersangka Pembunuhan Charlie Kirk Jalankan Bisnis Sukses

Hingga berita ini diturunkan, pihak ICE belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan bahwa korban hanya membawa garam. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.