AS Pangkas Visa Pelajar Asing Maksimal 4 Tahun, Jurnalis Cuma 8 Bulan
Pemerintahan Donald Trump resmi membatasi masa tinggal pelajar dan jurnalis asing di Amerika Serikat. Aturan ini merupakan bagian dari tindakan keras imigrasi yang digencarkan.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengesahkan aturan tersebut pada Kamis (16/7). Kebijakan baru akan berlaku pada September mendatang, atau 60 hari setelah draf resmi dipublikasikan.
>>> Kota Tambang Wittenoom Dihapus dari Peta, 2.000 Orang Tewas Akibat Asbes
Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin mengatakan pembatasan durasi visa memungkinkan AS menyaring, memeriksa, dan memantau individu dalam radar kementerian.
"Peraturan final ini memastikan bahwa mahasiswa asing tetap fokus pada tujuan utama mereka: menyelesaikan studi dan kembali ke negara asal," kata Mullin, dikutip Time.
Berdasarkan aturan baru, warga negara asing dengan visa pelajar diizinkan masuk selama masa program akademik, maksimal empat tahun.
Sementara jurnalis asing hanya diizinkan tinggal selama 240 hari atau sekitar delapan bulan, dengan kemungkinan perpanjangan dengan durasi sama.
Pemerintahan Trump juga memberlakukan tindakan khusus untuk warga negara China. WN China hanya mendapat izin tinggal 90 hari, dengan perpanjangan 90 hari.
Kritik dari Organisasi Pers
Kelompok Reporters Without Borders (RSF) mengecam langkah tersebut. Manajer advokasi RSF Amerika Utara, Ben Grazda, mengatakan aturan itu menyulitkan jurnalis dan media internasional.
>>> 3 Zodiak Pembawa Keberuntungan 17 Juli 2026: Taurus, Virgo, Capricorn
"Perubahan ini menghancurkan kemampuan jurnalis internasional untuk meliput berita dari AS dan membuat media internasional sangat sulit beroperasi di sini sama sekali," ujar Grazda, dikutip AFP.
RSF mendesak Kongres untuk bertindak agar jurnalis asing dapat bekerja bebas di AS. Komite Perlindungan Jurnalis juga menyebut langkah itu sebagai kemunduran demokrasi dan pelanggaran kebebasan pers.
DHS mulai mengusulkan aturan tersebut pada Agustus tahun lalu dan memicu kemarahan warga AS. DHS menuduh warga non-Amerika memperpanjang studi tanpa batas waktu sebagai "mahasiswa abadi."
Menurut DHS, sistem tanpa batas waktu yang berlaku sejak akhir 1970-an telah melemahkan kemampuan AS memantau pemegang visa.
Padahal, jumlah pelajar internasional berkontribusi terhadap perekonomian negara.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan imigrasi ketat Trump di periode kedua.
>>> 5 Tanda Sudah Waktunya Resign dari Pekerjaan, Jangan Diabaikan
Pemerintahannya juga melakukan operasi penegakan hukum agresif di kota-kota besar dan membatasi jalur legal menjadi warga negara.
Update Terbaru
China Pecat Politburo Ma Xingrui dalam Pembersihan Korupsi
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Operator Teleprompter Trump Diskors karena Taruhan di Pasar Prediksi
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
BRIN Temukan 63 Sumur Kuno di Trowulan, Bukti Sistem Air Majapahit Maju
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Apa Itu Reksadana Campuran dan Reksadana Pasar Uang? Panduan Lengkap untuk Pemula
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Sinopsis dan Link Nonton Legal Demon Slayer Season 4
Jumat / 17-07-2026, 09:50 WIB
Nonton Film Cek Khodam (2026) Full HD, Sinopsis dan Daftar Pemeran
Jumat / 17-07-2026, 09:50 WIB
Cara Menjaga Massa Otot untuk Cegah Diabetes Tipe 2 di 2026
Jumat / 17-07-2026, 09:28 WIB
Trump Buka Dokumen Intelijen soal Kerentanan Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 09:17 WIB
Napalm Death Guncang NPR Tiny Desk dengan Set Paling Brutal
Jumat / 17-07-2026, 09:15 WIB
Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB







