Kota Tambang Wittenoom Dihapus dari Peta, 2.000 Orang Tewas Akibat Asbes
Wittenoom, sebuah kota pertambangan terpencil di Australia, sengaja dihilangkan dari peta. Alasannya, kota ini dianggap sebagai salah satu wilayah paling terkontaminasi di dunia.
Pemerintah Australia Barat berharap dengan menghapus Wittenoom dari peta, tidak ada lagi orang yang berkunjung ke lokasi tersebut.
>>> 3 Zodiak Pembawa Keberuntungan 17 Juli 2026: Taurus, Virgo, Capricorn
Kota ini dilanda bencana kesehatan akibat paparan asbes biru (crocidolite) yang ditambang tanpa standar keselamatan memadai.
Akibatnya, sekitar 2.000 orang pekerja tambang meninggal dunia. Pemerintah kemudian menutup kota itu dan merobohkan bangunan yang tersisa karena tingginya risiko kesehatan.
Larangan Akses dan Denda
Akses ke lokasi Wittenoom kini dilarang. Pelanggar bisa dikenakan denda hingga 500 dolar Australia.
Nama kota itu juga dihapus dari peta untuk mencegah orang tinggal di sana.
Kepala eksekutif Asbestos Disease Society of Australia, Melita Markey, menyatakan paparan asbes tidak bisa ditarik kembali.
Tambang asbes di Wittenoom memang ditutup pada 1966, tetapi kota tersebut tetap beroperasi selama beberapa dekade setelahnya.
Sekolah baru ditutup pada 1985 dan balapan kuda masih digelar hingga 1991.
>>> 5 Tanda Sudah Waktunya Resign dari Pekerjaan, Jangan Diabaikan
Markey juga mengingatkan bahwa di Australia terdapat remaja yang menderita mesothelioma, kanker langka yang berkaitan langsung dengan paparan asbes.
Meski masih ada wisatawan yang nekat datang ke Wittenoom, pemerintah Australia Barat menyatakan tidak berencana menambah patroli atau pengamanan.
Departemen Perencanaan, Pertanahan, dan Warisan setempat menegaskan akses tetap dilarang dan masyarakat diminta mematuhi rambu peringatan.
Polisi Australia Barat juga menyampaikan kekhawatiran bahwa promosi di media sosial dapat mendorong lebih banyak orang untuk berkunjung.
Mereka menegaskan Wittenoom bukan destinasi wisata dan risiko kesehatannya signifikan serta bersifat permanen.
"Melakukan hal itu akan membuat individu terpapar risiko kesehatan serius yang terkait dengan kontaminasi asbes," kata mereka.
>>> 5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Ampuh Angkat Minyak Berlebih
"Kontaminasi di Wittenoom bersifat permanen, dan risikonya terhadap kesehatan sangat signifikan," tambahnya.
Update Terbaru
China Pecat Politburo Ma Xingrui dalam Pembersihan Korupsi
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Operator Teleprompter Trump Diskors karena Taruhan di Pasar Prediksi
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
BRIN Temukan 63 Sumur Kuno di Trowulan, Bukti Sistem Air Majapahit Maju
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Apa Itu Reksadana Campuran dan Reksadana Pasar Uang? Panduan Lengkap untuk Pemula
Jumat / 17-07-2026, 09:51 WIB
Sinopsis dan Link Nonton Legal Demon Slayer Season 4
Jumat / 17-07-2026, 09:50 WIB
Nonton Film Cek Khodam (2026) Full HD, Sinopsis dan Daftar Pemeran
Jumat / 17-07-2026, 09:50 WIB
Cara Menjaga Massa Otot untuk Cegah Diabetes Tipe 2 di 2026
Jumat / 17-07-2026, 09:28 WIB
Trump Buka Dokumen Intelijen soal Kerentanan Pemilu AS
Jumat / 17-07-2026, 09:17 WIB
Napalm Death Guncang NPR Tiny Desk dengan Set Paling Brutal
Jumat / 17-07-2026, 09:15 WIB
Fosil T-Rex 'Gus' Terjual Rekor Rp900 M di Lelang
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
KKP Rilis Skema BBM Khusus Rp15.000 per Liter untuk Kapal Perikanan 30-200 GT
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Sidang Dokter Tifa Memanas, JPU Dituding Sembunyikan 26 BAP Krusial
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB
Basuki Minta Tambahan Rp2,7 Triliun untuk IKN, Menkeu Tunggu Arahan Prabowo
Jumat / 17-07-2026, 09:14 WIB







