Ricuh BYD Salah Kirim, Konsumen Pesan Model 2026 yang Datang 2025
Ribuan konsumen BYD di Australia yang sudah membayar untuk mobil listrik model 2026 malah menerima unit produksi 2025.
Para konsumen melakukan protes, sementara BYD Australia mengeklaim ini murni kesalahan administratif, bukan upaya menipu.
>>> VARgentina Ramai Usai Argentina Dituduh Dibantu Wasit di Piala Dunia 2026
Sebanyak 1.265 pembeli terdampak kasus ini.
Sebagai kompensasi awal, BYD menawarkan AU$1.100 atau setara Rp13,7 juta per unit, namun jumlah ini dianggap banyak konsumen tak sebanding dengan potensi kerugian.
Awal Mula Kesalahan
Menurut BYD, sistem internal perusahaan keliru mencatat tanggal kendaraan meninggalkan pabrik sebagai tanggal produksi. Data yang salah ini kemudian terbawa ke dokumen penjualan ke konsumen.
Direktur Hubungan Masyarakat BYD Australia Paul Ellis menyatakan kesalahan tersebut murni administratif. "Itu adalah kesalahan administratif yang terjadi.
Tidak ada niat menipu," kata Ellis, dikutip Carscoops.
Ellis memastikan tak ada beda nyata antara unit yang terlanjur dikirim dengan versi 2026 yang semestinya diterima konsumen.
Sebagian besar unit yang terdampak disebut Atto 2 dan Atto 3.
>>> Purbaya: Pemerintah Tak Tutup Mata soal Realita MBG di Lapangan
Tiga Opsi Kompensasi
Banyak pembeli menilai tawaran AU$1.100 tak cukup menutup kerugian, hingga akhirnya mengadu ke media. BYD lantas mengubah sikap dengan menawarkan tiga opsi ke konsumen terdampak.
Opsi tersebut adalah menerima refund penuh, menukar unit dengan mobil baru build 2026 seharga kontrak awal, atau tetap memakai unit lama sembari menerima AU$1.100 seperti tawaran semula.
Mayoritas konsumen disebut memilih opsi terakhir.
BYD akan menghubungi ulang seluruh pembeli terdampak untuk menawarkan opsi refund penuh, termasuk yang sudah terlanjur menyetujui kompensasi AU$1.100.
Potensi Kerugian Konsumen
Konsumen berpotensi mengalami kerugian karena mendapatkan unit 2025 yang nilainya sudah terdepresiasi pada 2026. Hal ini bakal memengaruhi harga jual unit jika konsumen memutuskan menjualnya menjadi mobil bekas.
BYD sempat menjanjikan kedatangan 30 ribu unit ke Australia hingga akhir Juni lalu demi memenuhi lonjakan permintaan.
CarsGuide menduga upaya mengejar target itulah yang membuat sejumlah stok lama ikut terkirim ke Australia.
>>> Samsung Perbarui Mesin Cuci dan Pengering Bespoke AI dengan Kemampuan Deteksi Kain Lebih Luas
"Penting bagi kami untuk menjaga itikad baik dengan konsumen Australia. Kami harus melakukan hal yang benar," ujar Ellis kepada CarsGuide.
Update Terbaru
5 Bahaya Hipertensi Tidak Terkontrol, Bisa Berakibat Fatal
Selasa / 14-07-2026, 13:43 WIB
Juan Soto Jamin Francisco Lindor Kembali ke All-Star Musim Depan
Selasa / 14-07-2026, 13:43 WIB
Big Cass Umumkan Kembali ke WWE pada 3 Agustus
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Jaksa KPK Kutip Lagu Broery Marantika untuk Ingatkan Pejabat Bea Cukai
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
IHSG Bangkit 0,61 Persen ke 6.074 pada Sesi I Siang Ini
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Bupati Gowa Walk Out dari Sidang Pansus Hak Angket DPRD
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Pramono Siapkan Tempat Kumpul Khusus Lansia di Jakarta
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Cavaliers Kalahkan Heat di Las Vegas Summer League
Selasa / 14-07-2026, 13:38 WIB
Lamine Yamal Tanggapi Sindiran Rajoy soal Timnas Prancis
Selasa / 14-07-2026, 13:38 WIB
Ikut Cardio Dance di Wellnest Vol.2, Gratis Cuma Butuh Semangat Sehat
Selasa / 14-07-2026, 13:38 WIB
Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
Selasa / 14-07-2026, 13:36 WIB
Prediksi Superkomputer Opta: Inggris Bungkam Argentina dalam 90 Menit
Selasa / 14-07-2026, 13:35 WIB
Kasus Park Na Rae Memanas: Mantan Manajer Sewa Pengacara Baru
Selasa / 14-07-2026, 13:35 WIB
Berkas Lengkap, Yaqut Siap Buka-bukaan di Persidangan Kasus Haji
Selasa / 14-07-2026, 13:35 WIB







