Banyak pemilik kucing mengira semua suara yang dikeluarkan anabul memiliki arti yang sama.

Padahal, setiap vokalisasi bisa menyampaikan pesan berbeda, mulai dari meminta makan hingga memberi tahu bahwa tubuhnya sedang tidak baik-baik saja.

>>> Hasil Sittard vs Olympiacos: Romeny Starter, Hubner Main Penuh

Kucing termasuk hewan yang cukup vokal. Mereka tidak hanya mengeong, tetapi juga mendengkur, mendesis, menggeram, bahkan mengeluarkan suara menyerupai cicitan.

Makna dari setiap suara dipengaruhi oleh tinggi rendah nada, durasi, serta bahasa tubuh yang ditunjukkan pada saat bersamaan.

Memahami cara kucing 'berbicara' dapat membantu pemilik merespons kebutuhannya dengan lebih tepat sekaligus mengenali lebih dini jika ada masalah kesehatan.

Arti Berbagai Suara Kucing

Berikut arti berbagai suara kucing yang perlu diketahui.

Meong

Suara 'meong' merupakan bentuk komunikasi yang paling akrab bagi pemilik kucing. Menariknya, kebiasaan mengeong lebih sering ditujukan kepada manusia dibandingkan sesama kucing dewasa.

Biasanya, suara ini muncul ketika kucing ingin menyampaikan sesuatu, seperti meminta makan, mengajak bermain, mencari perhatian, atau menyambut pemilik yang baru tiba di rumah.

Perhatikan juga karakter suaranya. Meong yang pendek biasanya hanya sapaan biasa.

Sebaliknya, meong yang panjang, berulang, atau terdengar melengking dapat menunjukkan rasa tidak nyaman, stres, atau ada kebutuhan yang belum terpenuhi.

Apabila kucing mendadak terus mengeong tanpa sebab yang jelas, terutama jika disertai perubahan perilaku, kondisi tersebut patut diwaspadai karena bisa berkaitan dengan rasa sakit atau gangguan kesehatan.

Mendengkur

Banyak orang menganggap suara dengkuran (purring) selalu menjadi pertanda bahwa kucing sedang bahagia. Anggapan itu memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak selalu benar.

Kucing memang sering mendengkur saat merasa aman, nyaman, atau menikmati belaian pemiliknya.