Kucing dikenal sebagai hewan yang ekspresif. Meski tidak bisa berbicara, mereka memiliki beragam suara untuk menyampaikan keinginan, emosi, hingga kondisi kesehatan.

Para ahli menyebut kucing mampu menghasilkan puluhan variasi vokalisasi dengan nada dan intensitas berbeda. Masing-masing suara memiliki arti tergantung situasi dan bahasa tubuh yang menyertainya.

>>> Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok

Bagi pemilik, memahami arti suara ini penting agar lebih mudah mengenali kapan kucing merasa senang, lapar, stres, atau membutuhkan pertolongan medis.

Mengeong, Tanda Ingin Berkomunikasi

Mengeong atau 'meong' adalah suara yang paling sering terdengar dari kucing peliharaan. Kucing dewasa lebih sering mengeong untuk berkomunikasi dengan manusia dibandingkan sesama kucing.

Suara ini biasanya menjadi cara kucing menyampaikan kebutuhan, seperti meminta makan atau minum, menginginkan perhatian, meminta dibukakan pintu, atau menyapa pemilik yang baru pulang.

Frekuensi dan nada mengeong perlu diperhatikan. Meong singkat dan cepat biasanya berarti sapaan atau ajakan.

Sebaliknya, meong panjang dan bernada sedih bisa menandakan ketidaknyamanan, cemas, atau protes.

Jika kucing terus-menerus mengeong tanpa henti secara tiba-tiba, bisa jadi ia mengalami rasa sakit atau masalah kesehatan sehingga perlu diperiksakan ke dokter hewan.

Mendengkur, Tidak Selalu Bahagia

Suara dengkuran atau purring identik dengan kucing yang nyaman. Kucing biasanya mendengkur saat dipangku, dielus, atau beristirahat di tempat favorit.

Namun, dengkuran tidak selalu berarti bahagia. Dalam beberapa kondisi, kucing juga mendengkur saat stres, takut, atau menahan sakit.

Perhatikan bahasa tubuhnya.

Jika tubuh rileks, mata setengah terpejam, dan ekor tenang, kemungkinan ia nyaman.

>>> 3 Fakta Menarik Usai Argentina Lolos ke Final Piala Dunia 2026