Akan tetapi, suara yang sama juga bisa muncul ketika mereka sedang ketakutan, mengalami stres, bahkan menahan rasa nyeri.

Oleh sebab itu, jangan hanya mengandalkan suara. Lihat juga ekspresi dan gerak tubuhnya.

Kucing yang nyaman biasanya tampak santai, berkedip perlahan, dan berbaring dengan rileks. Sebaliknya, tubuh yang kaku atau telinga yang menekuk ke belakang bisa menjadi petunjuk adanya masalah.

>>> 5 Tips Meletakkan Sepatu di Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tidak Seret

Mendesis

Saat merasa terancam, kucing akan mengeluarkan suara desisan yang khas. Ini merupakan cara mereka memberi peringatan agar orang atau hewan lain tidak mendekat.

Desisan hampir selalu disertai perubahan postur tubuh.

Punggung melengkung, bulu berdiri, ekor mengembang, serta telinga mengarah ke belakang menjadi sinyal bahwa kucing sedang berada dalam mode bertahan.

Jika sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya beri ruang dan jangan memaksanya berinteraksi. Memegang kucing dalam kondisi seperti ini justru berisiko membuatnya menyerang.

Menggeram

Apabila desisan diabaikan, sebagian kucing akan meningkatkan peringatannya dengan menggeram. Suara rendah ini menunjukkan bahwa kucing merasa sangat terganggu atau siap mempertahankan diri.

Kondisi tersebut biasanya terjadi saat berebut wilayah, merasa terpojok, atau menghadapi sesuatu yang dianggap mengancam.

Daripada mencoba menenangkan secara paksa, lebih baik biarkan kucing menjauh dan menenangkan dirinya terlebih dahulu.

Meraung Kencang

Suara meraung terdengar lebih panjang dan nyaring dibandingkan meong biasa. Pada kucing yang belum disteril, kondisi ini memang sering berkaitan dengan masa birahi.

Namun, bukan hanya itu penyebabnya.

Raungan juga bisa muncul ketika kucing mengalami stres, merasa kesepian, terjebak di suatu tempat, atau mengalami penurunan fungsi kognitif akibat usia.

Jika perilaku tersebut muncul terus-menerus tanpa alasan yang jelas, terutama pada kucing lanjut usia, pemeriksaan ke dokter hewan perlu dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

Suara seperti Cicitan saat Melihat Burung

Ada satu suara unik yang sering membuat pemilik kucing penasaran, yakni bunyi pendek menyerupai cicitan ketika kucing melihat burung, kadal, atau serangga.

Suara yang dikenal sebagai chirping atau chattering ini dipercaya berkaitan dengan naluri berburu.

Beberapa ahli menilai bunyi tersebut merupakan bentuk antusiasme sekaligus rasa frustrasi karena mangsa berada di luar jangkauan.

>>> 5 Rekomendasi Bedak untuk Kulit Sensitif, Aman dan Tidak Menyebabkan Iritasi

Meski terdengar tidak biasa, perilaku ini termasuk normal dan umum dijumpai pada kucing rumahan.