Kucing adalah hewan yang sensitif. Sedikit perubahan di lingkungannya bisa membuatnya stres.

Saat stres, kucing menunjukkan perubahan perilaku, nafsu makan, grooming, dan kebiasaan buang air. Namun, tidak semua tanda stres terlihat jelas.

>>> Lamine Yamal dan Pedro Porro Jalani Latihan Terpisah Jelang Final Piala Dunia 2026

Beberapa tingkah laku yang tampak menggemaskan justru bisa menjadi manifestasi stres. Berikut tiga di antaranya.

1. Semakin Cerewet

Kucing yang stres cenderung lebih banyak bersuara. Suara yang dikeluarkan bisa berupa mengeong, melolong, mendesis, atau menggeram.

Mengeong dan melolong bisa menjadi seruan minta tolong. Sementara mendesis dan menggeram adalah suara alami saat merasa terancam.

2. Grooming Berlebihan

Perilaku merawat diri dengan menjilati tubuh dapat melepaskan endorfin yang meningkatkan rasa puas dan bahagia.

>>> Veda Ega Pratama dan Mario Aji Jarang Naik Motor di Indonesia, Tapi Punya SIM

Dalam situasi menegangkan, kucing bisa lebih sering menjilati tubuhnya agar merasa lebih baik. Kebiasaan ini lama-lama bisa memicu iritasi kulit.

3. Purring

Kucing biasanya mendengkur saat rileks, namun purring juga bisa menandakan stres yang mendalam.

Dokter hewan Cassidy Alvarez menjelaskan purring bisa berfungsi sebagai perilaku menenangkan diri. Getaran frekuensi rendah saat mendengkur dikaitkan dengan penyembuhan jaringan dan modulasi nyeri.

Untuk membedakan purring rileks dan stres, perhatikan kondisi tubuh kucing. Kucing stres biasanya juga bersembunyi, menolak makan, bernapas cepat, dan duduk membungkuk.

>>> Bukan Sekadar Komisi, Mitra Grab Ungkap Faktor Penentu Order

"Kucing sangat pandai menyembunyikan penyakit, jadi penting untuk melihat gambaran keseluruhannya," imbuh Alvarez.