Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol M. Fadil Imran mendorong transformasi pelayanan kepolisian.

Hal ini dilakukan melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli.

>>> Polri Serahkan Don Ritto, 74 Kg Emas dan Uang Rp543 M ke Kejagung

Fadil Imran menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, pada Kamis (16/7).

Dalam kunjungan itu, ia meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel lapangan.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan.

Sebanyak 2.672 panggilan berhasil dijawab dengan success call rate mencapai 88,18 persen.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 80,37 persen. Polresta Sorong Kota menempati posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir.

Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil.

Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

Alur pelayanan harus berjalan secara utuh, mulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor.