Israel Bangun Penjara dengan Parit Berisi Buaya untuk Tahanan Palestina
Penjara-penjara di Israel yang menjadi tempat penahanan warga Palestina dilaporkan dikelilingi parit berisi buaya.
Laporan dari Channel 7 Israel yang dikutip Anadolu Agency pada Jumat (17/7) menyebutkan Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman telah menandatangani perintah yang mengklasifikasikan ulang buaya sebagai "hewan liar yang dikelola."
>>> BGN Akui Masih Punya Utang MBG ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun
Perintah ini memungkinkan badan-badan pemerintah, termasuk Layanan Penjara Israel, untuk memelihara buaya di fasilitas mereka dengan kondisi tertentu.
Sebelumnya, dalam aturan hukum Israel, buaya diklasifikasikan sebagai hewan liar yang dilindungi dan hanya bisa dipelihara di kebun binatang berlisensi.
Usulan dari Politisi Ekstremis Kanan
Langkah ini diterapkan berdasarkan gagasan politikus ekstremis kanan sekaligus Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.
Ben Gvir meluncurkan proposal tersebut sekitar enam bulan lalu.
>>> Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Kawal Distribusi BBM
Dia menyerukan pembangunan penjara berkeamanan tinggi yang dikelilingi jalur air penuh buaya untuk mencegah upaya pelarian tahanan Palestina.
Menurut Channel 7, Dinas Penjara Israel sudah mulai meneliti kelayakan proyek tersebut, termasuk kunjungan ke kebun binatang untuk mempelajari penanganan dan perawatan buaya.
Israel sering melakukan tindakan tak manusiawi terhadap tahanan-tahanan dari Palestina. Banyak di antara mereka ditangkap tanpa melalui prosedur hukum yang sesuai.
>>> Viral Mal di Surabaya Pasang Pagar, Ini Penjelasan Pengelola
Saat di dalam penjara, banyak warga Palestina yang mengalami kekerasan psikologis, kekerasan fisik, hingga penyiksaan dan tidak diberi konsumsi yang layak bahkan air minum.
Update Terbaru
Membangun Tenaga Kerja Karbon Biru Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 21:48 WIB
Putri Kembar Diddy Puji Sang Ayah: Dia Ayah yang Luar Biasa
Jumat / 17-07-2026, 21:48 WIB
Craig Melvin dan Al Roker Dapatkan Perintah Perlindungan dari Pengintai 'Today'
Jumat / 17-07-2026, 21:43 WIB
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Media Israel Gaduh Anwar Ibrahim Ancam Usir Warga Israel dari Malaysia
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Prabowo Ungkap Peremajaan Tebu Mandek 12 Tahun, Target Rampung 2 Tahun
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Detik-detik Kecelakaan Maut di Sibolangit Sumut, Diduga Rem Blong
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Respons Ancaman Houthi, Saudi Mau Genjot Operasi Militer di Yaman
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Lim Chang Jung Ungkap Momen Pahit di Puncak Karier: Penonton Meninggalkan Tempat Saat Ia Bernyanyi
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Uncen Kembangkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di Medan
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
Persib Isyaratkan Buru Pemain Asing Baru Usai Lepas Frans Putros
Jumat / 17-07-2026, 21:36 WIB
INDY Bungkam Rumor Jual Kideco, Kontribusi Pendapatan Capai 72,8%
Jumat / 17-07-2026, 21:36 WIB







