Media Israel Gaduh Anwar Ibrahim Ancam Usir Warga Israel dari Malaysia
Sejumlah media di Israel ramai menyoroti pernyataan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang akan mendeportasi atau mengusir semua warga Israel di Malaysia.
Media Israel 7 Arutz Sheva secara lugas menulis dalam judul beritanya: 'Malaysia bersumpah akan segera mengusir warga Israel yang ditemukan di negara tersebut.'
>>> Prabowo Ungkap Peremajaan Tebu Mandek 12 Tahun, Target Rampung 2 Tahun
Media itu mengutip pernyataan Anwar yang memperingatkan bahwa pemegang paspor Israel akan dideportasi jika tuduhan warga Israel dengan kewarganegaraan ganda memasuki Malaysia terbukti benar.
The Jerusalem Post juga ikut menyoroti pernyataan Anwar yang dianggap kontroversial.
Media itu melaporkan bahwa Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak mengizinkan pemegang paspor Israel masuk tanpa persetujuan khusus.
Pihak berwenang Malaysia mengakui bahwa orang dengan kewarganegaraan ganda dalam beberapa kasus dapat masuk menggunakan paspor negara lain.
Anwar mengatakan pemerintah tidak akan berkompromi baik mengenai keamanan nasional maupun posisi politiknya terhadap Israel. Perdana menteri telah mempertahankan sikap pro-Palestina dan membuka hubungan dengan Hamas.
YNet juga memberitakan kontroversi ini. Media itu menulis bahwa Anwar tetap pada kebijakan Malaysia yang tidak memiliki hubungan diplomasi dengan Israel.
>>> Detik-detik Kecelakaan Maut di Sibolangit Sumut, Diduga Rem Blong
Skandal ini bermula setelah unggahan di media sosial tentang proyek teknologi bersama bernama 'Network School,' sebuah inisiatif tempat tinggal dan bekerja bersama yang didirikan oleh mantan eksekutif senior Coinbase.
Proyek ini beroperasi di Forest City, Johor.
Klaim menyebar bahwa beberapa peserta proyek adalah warga Israel dengan kewarganegaraan ganda yang masuk menggunakan paspor non-Israel.
Dalam pernyataan kepada wartawan pada Rabu (15/7), Anwar menyampaikan pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi dan akan mendeportasi warga Israel yang terdeteksi memasuki Malaysia.
Ia menegaskan posisi Malaysia yang tidak pernah mengakui Israel. 'Kami sedang menyelidiki.
Kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil.
>>> Respons Ancaman Houthi, Saudi Mau Genjot Operasi Militer di Yaman
Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir karena kami tidak mengakui negara mereka,' kata Anwar.
Update Terbaru
Saham SpaceX Anjlok Usai Gagal Luncurkan Starship
Jumat / 17-07-2026, 22:42 WIB
Pemukul Pemilik Rumah dengan Stik Baseball Picu Baku Tembak SWAT di Normal Heights
Jumat / 17-07-2026, 22:42 WIB
Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri WAICO, Pemerintah Siapkan Roadmap AI
Jumat / 17-07-2026, 22:42 WIB
Presiden Prabowo soal Harga Beras: Suruh Tanam Sendiri
Jumat / 17-07-2026, 22:42 WIB
Tom Brady Celupkan Rob Gronkowski ke Tangki Saus Cane's
Jumat / 17-07-2026, 22:38 WIB
Prabowo: Indonesia Diproyeksikan Jadi Negara Terkaya Keempat Dunia pada 2050
Jumat / 17-07-2026, 22:38 WIB
AREBI Banten Sertifikasi 260 Broker Properti, Sanksi Mulai Oktober 2026
Jumat / 17-07-2026, 22:38 WIB
Thorn Fire Capai 10 Persen Terkendali, Evakuasi Berlanjut
Jumat / 17-07-2026, 22:36 WIB
Jaksa Ragu Permintaan Cucu John Gotti Tunda Penjara Demi Donasi Ginjal ke Ibunya
Jumat / 17-07-2026, 22:35 WIB
Desiigner Aniaya Pacar yang Gendong Bayi, Polisi Ungkap Kronologi
Jumat / 17-07-2026, 22:35 WIB
Mantan Suami Bintang 'Secret Lives of Mormon Wives' Dihukum Kasus DUI
Jumat / 17-07-2026, 22:35 WIB
Penyusup 'TODAY' Show Akui Ingin Panggil Selebriti Kulit Hitam dengan Kata-N
Jumat / 17-07-2026, 22:35 WIB
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 22:35 WIB
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 22:35 WIB







