SpaceX gagal meluncurkan roket raksasa Starship dalam uji coba ke-13 pada Kamis malam. Sistem komputer secara otomatis membatalkan peluncuran saat mesin mulai menyala dan hitungan mundur mencapai nol.

CEO SpaceX Elon Musk mengatakan beberapa mesin tidak menyala. "Upaya peluncuran berikutnya mudah-mudahan dalam beberapa hari," tambahnya.

>>> Pemukul Pemilik Rumah dengan Stik Baseball Picu Baku Tembak SWAT di Normal Heights

Kegagalan ini menjadi pukulan bagi performa saham perusahaan di Wall Street. Ini adalah uji coba Starship pertama sejak SpaceX melantai di bursa bulan lalu.

Investor pun kecewa.

Saham SpaceX merosot ke rekor terendah $124 sebelum pulih ke sekitar $126, jauh di bawah harga IPO $135.

Dalam lima hari terakhir, saham turun hampir 14 persen. Dibandingkan rekor tertinggi $225 sebulan lalu, penurunan mencapai 45 persen.

Menurut Bloomberg, SpaceX berpotensi kehilangan lebih dari $1 triliun nilai pasar dibanding rekor pada 16 Juni lalu.

Bukan hanya kegagalan Starship yang membebani.

>>> Indonesia Resmi Jadi Anggota Pendiri WAICO, Pemerintah Siapkan Roadmap AI

Indeks Nasdaq juga turun hampir dua persen karena investor menjual saham produsen chip AI di tengah kekhawatiran gelembung.

Musk baru saja menggabungkan SpaceX dengan startup AI-nya, xAI, yang kini berganti nama menjadi SpaceXAI. Langkah ini membuat SpaceX harus bekerja ekstra meyakinkan investor soal valuasinya.

SpaceX kehilangan hampir $5 miliar tahun lalu, sementara xAI membakar $6,4 miliar pada periode yang sama.

Meski kinerja saham buruk, Wall Street masih optimistis. Morgan Stanley memperkirakan harga saham bisa mencapai $300, lebih dari dua kali lipat harga saat ini.

Musk sendiri yakin "SpaceX akan bernilai lebih dari seluruh Bumi jika kita mencapai tujuan." Namun, kegagalan Starship memicu pertanyaan sulit dari investor.

>>> Presiden Prabowo soal Harga Beras: Suruh Tanam Sendiri

Visi Musk untuk SpaceX—termasuk pusat data AI orbital dan kolonisasi Bulan serta Mars—bergantung pada kesuksesan Starship.