Timnas Portugal Terbang dengan Pesawat yang Terkait Deportasi Massal
Tim nasional sepak bola Portugal baru-baru ini terbang dengan pesawat yang terkait dengan deportasi massal warga Venezuela ke penjara supermax di El Salvador.
Pesawat dengan nomor ekor N837VA itu digunakan saat tim bersiap menghadapi laga Piala Dunia melawan Spanyol.
>>> Liburan Spesial: Hadiah Si Kecil Siap Sekolah di Sentul
Pada 4 Juli, pesawat Global Crossing Airlines yang telah dipakai untuk deportasi itu menerbangkan tim Portugal ke Dallas.
Catatan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut digunakan untuk penerbangan deportasi sebelum dan sesudah mengangkut para atlet.
Menurut laporan Guardian, pesawat ini telah terlibat dalam lebih dari 1.580 penerbangan deportasi sejak Mei 2023.
Angka itu menjadikannya salah satu pesawat yang paling sering digunakan dalam operasi deportasi pemerintahan Trump.
Ricardo Quaresma dari Federasi Sepak Bola Portugal mengonfirmasi bahwa FIFA yang mengatur penerbangan tersebut.
Ia menambahkan bahwa tim juga telah bepergian dengan berbagai maskapai selama turnamen.
GlobalX belum menanggapi pertanyaan terkait operasinya.
>>> Cara Beli Minecoins Minecraft Murah dan Aman di 2026
Investigasi sebelumnya mengungkapkan maskapai itu terlibat dalam pengangkutan tahanan di bawah kontrak dengan Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Seringkali, keluarga atau perwakilan hukum tidak diberi tahu tentang pemindahan tersebut.
Anthony Enriquez, pengacara di Pusat Hak Asasi Manusia Robert & Ethel Kennedy, menyatakan keprihatinan atas normalisasi pelanggaran HAM.
Ia mengatakan perusahaan yang mengangkut pemain sepak bola sebenarnya mencoba mengecilkan peran mereka dalam krisis HAM serius di Amerika Serikat.
Enriquez menekankan bahwa federasi sepak bola dapat memutuskan hubungan dengan perusahaan yang terlibat dalam operasi deportasi.
Ia mendesak mereka untuk mempertimbangkan kembali sponsor mereka dengan hati-hati.
>>> Motorola Razr Fold: Ponsel Lipat Terbaik dari Motorola dalam Beberapa Tahun Terakhir
Sebelumnya, Avelo Airlines mengakhiri kontrak deportasinya dengan ICE setelah mendapat kecaman publik.
Update Terbaru
Panduan Bergabung dengan 29 Negara dalam Organisasi Kerja Sama AI Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 22:03 WIB
Kontes Mirip Jude Bellingham Digelar, Pemenangnya Bikin Heboh Suporter Bola
Jumat / 17-07-2026, 21:56 WIB
Membangun Tenaga Kerja Karbon Biru Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 21:48 WIB
Putri Kembar Diddy Puji Sang Ayah: Dia Ayah yang Luar Biasa
Jumat / 17-07-2026, 21:48 WIB
Craig Melvin dan Al Roker Dapatkan Perintah Perlindungan dari Pengintai 'Today'
Jumat / 17-07-2026, 21:43 WIB
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Media Israel Gaduh Anwar Ibrahim Ancam Usir Warga Israel dari Malaysia
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Prabowo Ungkap Peremajaan Tebu Mandek 12 Tahun, Target Rampung 2 Tahun
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Detik-detik Kecelakaan Maut di Sibolangit Sumut, Diduga Rem Blong
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Respons Ancaman Houthi, Saudi Mau Genjot Operasi Militer di Yaman
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Lim Chang Jung Ungkap Momen Pahit di Puncak Karier: Penonton Meninggalkan Tempat Saat Ia Bernyanyi
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Uncen Kembangkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di Medan
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB







