Motorola Razr Fold menjadi ponsel ketiga dari Motorola yang diulas Andy Boxall pada tahun 2026, setelah Razr (2026) dan Edge 70 Fusion.

Dalam waktu seminggu penggunaan, ia sudah yakin bahwa perangkat ini adalah ponsel Motorola terbaik yang pernah ia gunakan dalam beberapa tahun terakhir.

>>> Satu Klik Penasaran Hancurkan Feed YouTube Saya, Ini Cara Memperbaikinya

Desain yang Dipikirkan Matang

Salah satu hal yang langsung menarik perhatian adalah cara membuka ponsel lipat ini.

Tidak seperti ponsel lipat lain yang seringkali terasa canggung, Razr Fold memiliki tepi cekung yang memudahkan jari untuk mencengkeram.

Engselnya pun memiliki resistensi yang pas, terasa ringan dan mudah digerakkan. Satu-satunya kekurangan adalah tombol power yang agak sulit ditemukan saat pertama kali digunakan.

Selain itu, bagian belakang ponsel memiliki tekstur untuk cengkeraman, modul kamera menyatu dengan panel belakang, dan dimensi 9,9 mm saat tertutup dengan bobot 243 gram terasa mudah diatur.

Fitur Always-On yang Kembali Hadir

Motorola kerap menjadikan layar always-on sebagai fitur premium yang tidak tersedia di ponsel kelas menengah ke bawah.

Pada Razr Fold, fitur ini hadir sepenuhnya dengan layar yang bisa diatur jadwalnya dan selalu aktif di layar penutup.

Tampilannya jelas menampilkan waktu, tanggal, dan ikon notifikasi dengan ukuran besar sehingga mudah terlihat dari jarak jauh.

Kamera yang Seimbang

Kamera utama Razr Fold dipadukan dengan zoom telefoto 3x yang memberikan fleksibilitas cukup baik. Zoom 3x dinilai lebih berguna dibandingkan 2x atau 5x dalam berbagai situasi.

Kamera utama menghasilkan warna yang pop dengan eksposur dan kontras yang baik.

>>> Israel Bangun Penjara dengan Parit Berisi Buaya untuk Tahanan Palestina