Motorola memutuskan hanya menghadirkan varian smartphone dengan penyimpanan 256 GB di Indonesia, termasuk untuk ponsel lipat Motorola Razr Fold.

Keputusan ini diambil karena perusahaan ingin mengalokasikan dana ke komponen yang lebih berdampak pada pengalaman pengguna.

>>> Meta Akui PHK Massal demi AI Belum Berjalan Sesuai Harapan

Menurut Product Portfolio Head Motorola Indonesia, Zulfahmi, tren kenaikan harga komponen memori global menjadi pertimbangan utama.

Perusahaan harus merencanakan konfigurasi perangkat jauh-jauh hari, bahkan hingga setengah tahun sebelum peluncuran.

"Memory increase ini sudah trending dan sudah terdengar dari jauh.

Pada saat kita merencanakan produksi, semua timeline bisa ditarik sampai berbulan-bulan sebelumnya, mungkin sampai setengah tahun," ujarnya usai peluncuran Motorola Razr Fold di Jakarta, Rabu (15/7).

Prioritas pada Chipset, Kamera, dan Baterai

Motorola memilih mempertahankan kapasitas penyimpanan 256 GB agar biaya produksi dapat dialihkan ke komponen lain.

Zulfahmi mencontohkan chipset, kamera, dan baterai sebagai komponen yang sulit ditingkatkan setelah perangkat dibeli.

"Kenapa tidak kita edukasi konsumen untuk menggunakan storage secara efisien, sementara kita meningkatkan bagian lain?

Kita masih bisa kasih chipset yang lebih bagus, kamera yang terbaik, kemudian baterai yang lebih besar," jelasnya.

Menurut Zulfahmi, kekurangan ruang penyimpanan masih bisa diatasi dengan memindahkan data ke cloud, melakukan backup, atau menghapus file yang tidak dibutuhkan.

>>> Masih Bisa Daftar Pilates di Wellnest Festival 21-22 Juli, Kuota Terbatas

Sementara itu, kapasitas baterai dan kemampuan chipset tidak dapat ditambah setelah pembelian.

Strategi Harga Terjangkau

Keputusan hanya menyediakan opsi 256 GB juga bagian dari strategi Motorola untuk menjangkau lebih banyak pengguna di Indonesia.

Perusahaan yang baru kembali aktif ini fokus memperluas jangkauan produk dan membangun basis konsumen.

Menambahkan varian 512 GB atau 1 TB berpotensi menaikkan harga jual.

Motorola menilai konfigurasi 256 GB menjadi titik tengah antara kapasitas penyimpanan, spesifikasi, dan harga yang masih bisa diterima pasar.

Motorola tidak menutup kemungkinan menghadirkan opsi penyimpanan lebih besar di masa depan.

Zulfahmi mengatakan, pilihan varian dapat diperluas ketika basis pengguna Motorola di Indonesia semakin besar dan pola pembelian konsumen teridentifikasi.

Motorola Razr Fold dijual resmi di Indonesia dengan harga normal Rp29.999.000.

>>> Kampanye Rp26 Miliar per Bulan Gagal, Israel Mencak-mencak

Masa pre-order berlangsung pada 13 hingga 20 Juli 2026 melalui Shopee, Erafone, dan Digiplus dengan berbagai benefit.