Meta Akui PHK Massal demi AI Belum Berjalan Sesuai Harapan
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengakui bahwa langkah perusahaan melakukan PHK massal terhadap sekitar 8.000 karyawan dan memindahkan 7.000 pegawai ke divisi AI belum berjalan sesuai harapan.
Pernyataan itu disampaikan Zuckerberg dalam pertemuan internal perusahaan (town hall) yang dikutip Reuters, Jumat (17/7).
>>> Masih Bisa Daftar Pilates di Wellnest Festival 21-22 Juli, Kuota Terbatas
Ia menyebut perkembangan agen AI dalam empat bulan terakhir tidak mengalami percepatan seperti yang diharapkan.
"Perkembangan agen AI selama kurang lebih empat bulan terakhir belum benar-benar mengalami percepatan seperti yang kami harapkan," kata Zuckerberg.
Ia juga mengakui bahwa reorganisasi perusahaan yang mencakup pemutusan hubungan kerja besar-besaran itu tidak serapi yang seharusnya.
Bahkan, eksekutif perusahaan disebut salah memperhitungkan waktu pelaksanaan perubahan tersebut.
Latar Belakang PHK dan Fokus pada AI
Pada Mei lalu, Meta memangkas sekitar 8.000 posisi dan mengalihkan sekitar 7.000 karyawan ke berbagai proyek AI.
>>> Kampanye Rp26 Miliar per Bulan Gagal, Israel Mencak-mencak
Saat itu, Zuckerberg menyebut AI sebagai teknologi paling penting saat ini.
Langkah ini diambil untuk meredam perubahan organisasi yang diperkenalkan awal tahun ini.
Dampak Internal dan Optimisme Masa Depan
Keputusan PHK memicu berbagai reaksi di internal perusahaan, mulai dari keluhan sistem pemantauan karyawan berbasis AI hingga penurunan moral dan semangat kerja pegawai.
Meski mengakui ada salah perhitungan, Zuckerberg menegaskan Meta tidak akan mengubah arah strateginya.
Ia optimistis investasi besar perusahaan di bidang AI akan mulai menunjukkan hasil dalam tiga hingga enam bulan ke depan.
>>> Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Meta diperkirakan menghabiskan dana hingga USD145 miliar untuk infrastruktur AI tahun ini, menjadikannya pengeluaran terbesar di antara raksasa teknologi.
Update Terbaru
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
Jumat / 17-07-2026, 16:23 WIB
Nenek 90 Tahun di Grobogan Jadi Korban Perkosaan Pria 31 Tahun
Jumat / 17-07-2026, 16:23 WIB
Jasad Pria Nganjuk Terkubur di Rumah, Anak Angkat Ditangkap
Jumat / 17-07-2026, 16:22 WIB
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Spasojevic dan Dendy Sulistyawan
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Spasojevic dan Dendy Sulistyawan
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
China Protes Keras AS Perpendek Durasi Visa Jurnalis Beijing
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Tewas dan 8 Luka
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Putri KW Buka Rahasia Kalahkan Pemain Nomor 2 Dunia di Japan Open 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.921 per Dolar AS Sore Ini
Jumat / 17-07-2026, 16:21 WIB
Polisi Serahkan Tersangka Don Ritto dan Emas 74 Kg ke Kejagung
Jumat / 17-07-2026, 16:18 WIB
Crimson Desert Raup USD190,1 Juta, Jadi Game Baru Terlaris Ketiga di Steam
Jumat / 17-07-2026, 16:18 WIB
Saber Exec: Space Marine 3 Mungkin Rilis 2028, Mikrotransaksi Agresif Tidak Direncanakan
Jumat / 17-07-2026, 16:18 WIB
18 Karakter Wanita Shonen yang Mencuri Perhatian di Setiap Adegan
Jumat / 17-07-2026, 16:16 WIB







