Kelompok milisi Irak pro Iran, Perlawanan Islam Irak, menjanjikan hadiah sebesar US$10 juta atau sekitar Rp179 miliar bagi siapa pun yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dana tersebut dikumpulkan dari para anggota dan simpatisan kelompok itu.

>>> Sanchez dan Trump Akan Duduk Bersama di Final Piala Dunia 2026

Dalam pernyataannya, mereka menyebut hadiah itu untuk "siapa pun yang membunuh penjahat Trump" atau yang mengalokasikan hadiah tersebut kepada individu, kelompok, atau lembaga tertentu.

"Rakyat bebas di dunia akan terus mengejar pembunuh anak-anak dan ilmuwan.

Para tiran tidak akan pernah mengenal kedamaian, dan penjahat tidak akan menemukan tempat berlindung yang aman dari kemarahan orang-orang terhormat," demikian bunyi pernyataan kelompok tersebut.

>>> Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Trump sebelumnya telah masuk dalam daftar target pembunuhan yang dirilis oleh Iran, bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pemimpin dunia lainnya.

Daftar itu diterbitkan oleh Hamshahri pada akhir pekan lalu, memuat 13 potret tokoh asing dari Amerika Serikat, Israel, hingga negara-negara Eropa.

Selain Trump dan Netanyahu, daftar tersebut juga mencakup mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.

>>> Lari vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Beberapa menteri AS dan Israel juga masuk dalam daftar, yakni Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.