Proyek perluasan Bandara Internasional Jomo Kenyatta (JKIA) di Kenya yang melibatkan perusahaan China menuai kontroversi.

Sejumlah pihak menilai proyek ini bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan bagian dari strategi Beijing memperluas pengaruh di Afrika.

>>> FIFA Investigasi Keributan Final Piala Dunia 2026, Paredes Terancam Sanksi

Proses pemberian kontrak disebut berlangsung melalui kombinasi pengaruh informasi, pembentukan opini publik, dan pembiayaan berbasis pinjaman. Hal ini dinilai meningkatkan ketergantungan Kenya terhadap China.

Nilai kontrak proyek mencapai sekitar USD2,9 miliar atau hampir 1,5 kali lebih tinggi dibanding proposal sebelumnya.

Meski demikian, pemerintah Kenya tetap menerima tawaran tersebut di tengah berbagai tekanan.

Pengaruh Media dan Opini Publik

Sejumlah pengamat menilai China telah membangun pengaruh di ruang informasi Kenya.

Mereka memanfaatkan media yang didukung pemerintah China, konten bersponsor, dan hubungan dengan jurnalis lokal untuk membentuk persepsi publik mengenai proyek JKIA.

Berbagai pemberitaan yang diduga disponsori China menggambarkan proposal pesaing sebagai pilihan sarat korupsi atau tidak layak secara finansial.

Sementara itu, China diposisikan sebagai mitra paling mampu menyelesaikan proyek.

Narasi di ruang publik dan media sosial juga digunakan untuk memperkuat persepsi bahwa hanya China yang memiliki kapasitas merealisasikan proyek tersebut.

Kondisi ini menciptakan tekanan politik sehingga keterlibatan Beijing dipandang sebagai pilihan yang tidak terelakkan.

Diplomasi Utang dan Transparansi

Setelah kontrak diperoleh, pembiayaan proyek menjadi instrumen yang memperkuat posisi China.

>>> Messi: Rasa Sakit Gagal Juara Piala Dunia Luar Biasa

Sebagian besar biaya proyek ditopang pinjaman dari lembaga keuangan China, menambah beban utang Kenya yang sebelumnya telah meningkat akibat proyek infrastruktur lain.

Model pembiayaan ini mencerminkan apa yang dikenal sebagai 'diplomasi utang', yakni pemberian pinjaman besar untuk proyek infrastruktur yang berpotensi menciptakan ketergantungan jangka panjang.