Ketika kemampuan pembayaran melemah, negara penerima pinjaman berisiko menghadapi tekanan dalam pengambilan kebijakan.

Yan Liu, Penasihat Umum dan Direktur Departemen Hukum IMF, menekankan pentingnya transparansi utang.

'Transparansi utang yang lebih besar membangun kepercayaan investor, membantu mengurangi biaya pinjaman, dan memperkuat keberlanjutan utang,' ujarnya.

Eks Senior Managing Director Bank Dunia, Axel van Trotsenburg, juga menekankan hal serupa. 'Utang yang tersembunyi dan tidak transparan dapat memperburuk kondisi keuangan,' katanya.

Sejauh ini, proyek perluasan JKIA belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Keterlambatan pembangunan, kenaikan biaya, dan dugaan kualitas pekerjaan yang belum optimal menghambat manfaat ekonomi yang dijanjikan.

Masalah di proyek JKIA bukan kasus terisolasi, melainkan mencerminkan pola yang juga muncul pada sejumlah proyek infrastruktur China di negara Afrika lain.

Pengalaman Kenya dapat menjadi pelajaran bagi negara Afrika lain yang mempertimbangkan kerja sama infrastruktur skala besar dengan mitra asing.

>>> Whole Foods Diskon 50% Selada Taylor Farms yang Ditarik, Picu Kontroversi

Transparansi kontrak, akuntabilitas pembiayaan, dan pengawasan terhadap proyek strategis perlu diperkuat agar kepentingan pembangunan nasional tidak dikalahkan oleh kepentingan geopolitik atau ekonomi pihak luar.