Jangan Anggap Penglihatan Buram Sebagai Hal Biasa

Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Bayu Sasongko mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap gangguan penglihatan sebagai konsekuensi normal dari penuaan atau diabetes.

>>> Lawan Trump, Wali Kota New York Makin Serius Ingin Tangkap Netanyahu

Anggapan tersebut justru membuat banyak pasien terlambat mencari pertolongan medis hingga mengalami kerusakan mata permanen.

"Normalisasi seperti ini harus diluruskan karena menghambat penanganan dini," kata Bayu.

Ia menjelaskan, retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat dicegah.

Risiko kehilangan penglihatan dapat ditekan apabila pasien menjalani pemeriksaan mata secara rutin dan mendapatkan terapi sejak dini.

Sebaliknya, jika komplikasi terus dibiarkan berkembang, pasien berisiko kehilangan kemandirian karena gangguan penglihatan akan membatasi mobilitas dan akses terhadap informasi.

Padahal sekitar 85 persen informasi yang diterima manusia berasal dari indra penglihatan.

Untuk menekan risiko kebutaan akibat diabetes, Kementerian Kesehatan bersama UGM dan Roche Indonesia memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan deteksi dini retinopati diabetik.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah akan memperluas layanan skrining retina di fasilitas kesehatan primer.

"Pemerintah berkomitmen tidak hanya mengendalikan diabetes, tetapi juga mencegah komplikasi turunannya secara menyeluruh.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat memeriksakan gula darah secara berkala dan ke depan layanan skrining retina akan diperluas di Puskesmas," ujar Nadia.

Direktur Akses, Komunikasi, dan Penguatan Sistem Kesehatan Roche Indonesia, Lucia Erniawati, mengatakan pihaknya mendukung pemerintah melalui penguatan sistem skrining, sistem rujukan, serta kolaborasi dengan tenaga kesehatan.

>>> Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Kembali ke Puncak, Norwegia Melesat

"Diharapkan semakin banyak penyandang diabetes memperoleh pemeriksaan retina secara berkala sehingga risiko kebutaan akibat retinopati diabetik dapat ditekan," katanya.