Bahrain dan Kuwait dilaporkan secara diam-diam mengerahkan jet tempur untuk menyerang target di dalam wilayah Iran.

Serangan ini merupakan tindakan pembalasan langsung pertama kedua negara Teluk tersebut terhadap Iran.

>>> Ayah dan Anak Tewas di Palu, Istri Kritis Akibat Pembunuhan

Menurut laporan Wall Street Journal yang dikutip Jerusalem Post, serangan udara itu menargetkan fasilitas penyimpanan drone dan rudal Iran.

Kedua negara hanya memiliki angkatan udara yang relatif kecil dengan pesawat buatan AS dan Eropa.

Namun, mereka disebut tidak bersedia membiarkan Iran terus-menerus menyerang tanpa tanggapan.

>>> Pemusnahan 312 Ton MBM Berporcine, Tiga Lembaga Negara Tindak Tegas Pelanggaran Halal

Oman dan Qatar selama ini mendesak kebijakan seimbang antara Iran dan negara Barat, termasuk keinginan membalas Iran secara langsung.

Arab Saudi juga bergabung dengan Uni Emirat Arab dalam serangan terhadap Iran pada tahap awal perang.

>>> Bantuan Top-up Gaji PNS: Mendagri Minta Pemda Efisien Dulu

UEA yang beberapa kali menyerang Iran di awal perang ikut memberikan informasi intelijen dan perlindungan udara defensif.

Sebelumnya, Iran melancarkan serangan balasan ke fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain.

Sebuah rudal juga dilaporkan menghantam markas kelompok oposisi Kurdi Iran di Erbil, Irak.

>>> Pemukim Israel Serang Desa di Tepi Barat, Bakar Dua Masjid dan Rumah Warga

Dalam dua hari terakhir, Iran menghentikan sementara serangan ke AS setelah Presiden Donald Trump memberi isyarat kelanjutan negosiasi.