Mantan Kepala Stasiun CIA, Dan Hoffman, memperingatkan bahwa rencana Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas nuklir Iran di Pegunungan Pickaxe bisa berubah menjadi misi bunuh diri.

Menurut Hoffman, tidak ada unsur kejutan dalam operasi tersebut. Iran kemungkinan besar sudah mengetahui rencana serangan dan telah menyiapkan sistem pertahanan berlapis.

>>> Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20

"Iran akan tahu kita datang, dan kemungkinan mereka sudah memiliki rencana untuk mempertahankan lokasi itu, termasuk dengan bahan peledak yang dipasang sebagai jebakan serta berbagai sistem pertahanan lainnya," ujar Hoffman.

Dua Opsi Serangan yang Sama-Sama Berisiko

Hoffman menjelaskan bahwa ada dua opsi utama: serangan udara terhadap target strategis Iran atau operasi darat yang jauh lebih kompleks.

Operasi darat membutuhkan penguasaan koridor udara terlebih dahulu serta pembangunan perimeter pertahanan untuk melindungi pasukan.

>>> Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal

Namun, kedua pendekatan tersebut mengandung risiko sangat tinggi. Iran masih memiliki rudal balistik dan drone yang tersebar di berbagai lokasi.

Keputusan militer juga sangat bergantung pada kualitas intelijen mengenai lokasi sentrifugal, persediaan uranium, dan keberadaan ilmuwan nuklir Iran.

>>> Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026

Hoffman menegaskan bahwa kemampuan Iran mempertahankan fasilitas strategisnya menjadi faktor utama yang membuat setiap operasi militer berpotensi menimbulkan konsekuensi besar, baik dari sisi korban maupun eskalasi konflik regional.