Blue Lock Chapter 355 akan segera dirilis dan para penggemar sangat menantikan pertandingan sengit antara Jepang dan Inggris di laga penentu Grup A Piala Dunia U-20.

Jepang harus meraih kemenangan untuk bisa melaju ke babak knockout. Tekanan semakin besar setelah pidato Ego Jinpachi yang keras dan tekad Isagi untuk berevolusi lagi.

>>> Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal

Rekap Blue Lock Chapter 354

Chapter sebelumnya dibuka dengan suasana stadion yang riuh. Komentator memperkenalkan laga final Grup A antara Jepang dan Inggris.

Kedua tim memiliki poin sama, tetapi Jepang tertinggal dalam selisih gol. Hasil imbang tidak akan cukup bagi Jepang untuk lolos.

Jepang menggunakan formasi 4-1-4-1, sementara Inggris mengubah susunan pemain dengan menempatkan Rin Itoshi sebagai poros serangan dengan dua winger.

Di ruang ganti, Ego Jinpachi memberikan pidato tegas. Ia mengatakan bahwa persiapan sudah selesai dan kini terserah para pemain untuk menang.

Ego menolak mentalitas pecundang yang hanya mengandalkan usaha. Ia menekankan bahwa nilai hanya ada pada hasil, bukan usaha.

Ia menyatakan bahwa siapa pun yang tidak bisa bersinar di sini tidak berguna. Para pemain tidak ada di sini untuk membuat kenangan, melainkan untuk membuat sejarah.

Ego mengambil tanggung jawab pribadi jika kalah, tetapi keberhasilan sepenuhnya milik pemain. Ia mendorong mereka untuk terus mengejar tujuan individu hingga detik terakhir.

>>> Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026

Saat tim berjalan menuju terowongan stadion, Isagi merenungkan filosofinya: menghubungkan gaya bermain egoisnya dengan semua orang, menjadi inti penghubung tim.