Dangote Industries dikabarkan akan memulai pembangunan kilang minyak di Lamu, Kenya, sebelum akhir tahun 2026. Proyek ini disebut-sebut dapat mengubah peta pasokan bahan bakar di Afrika Timur.

Penasihat ekonomi Presiden Kenya William Ruto, David Ndii, menyatakan konstruksi akan dimulai tahun ini. Ia menulis di X pada 7 Juli 2026 bahwa pembangunan akan segera berlangsung.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 28 Juli - 2 Agustus 2026

Wakil Presiden Dangote Industries, Edwin Devakumar, menambahkan bahwa lokasi telah dipilih dan uji tanah sedang berjalan. Pekerjaan desain dan rekayasa juga sudah dimulai.

Kapasitas Kilang dan Pemilihan Lokasi

Kilang ini dirancang mampu mengolah 700.000 barel minyak mentah per hari. Angka ini naik dari rencana awal 650.000 barel, menandakan perluasan skala proyek.

Lamu dipilih setelah melalui pertimbangan beberapa lokasi, termasuk Tanga di Tanzania dan Mombasa. Keputusan akhir jatuh pada Lamu karena faktor infrastruktur, logistik, dan pasar.

Kilang ini akan menjadi yang terbesar di Afrika Timur dan investasi penyulingan terbesar Dangote di luar Nigeria. Produknya diharapkan memasok Kenya dan negara tetangga.

Tantangan Lingkungan dan Pembiayaan

Lamu bukan kawasan industri kosong. Wilayah ini memiliki hutan bakau dan Lamu Old Town yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

>>> Jadwal Program Trans TV Hari ini 28 Juli 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar ada Film Bioskop serta Link Nonton

Proyek ini harus melalui penilaian lingkungan yang ketat. Badan Lingkungan Kenya (NEMA) mewajibkan konsultasi publik melalui pemberitahuan, komentar tertulis, dan setidaknya tiga pertemuan umum.

Dari sisi pendanaan, pemerintah Kenya sebelumnya memperkirakan investasi mencapai 16-20 miliar dolar AS. Kenya bisa memperoleh saham melalui Dana Infrastruktur Nasional.

Dangote berencana menggunakan arus kas internal, obligasi, dan dana dari penawaran umum perdana. Namun, biaya pasti dan besaran investasi publik Kenya belum diungkap.

Pengalaman Dangote di Nigeria menjadi pelajaran.

Kilang Lagos awalnya diestimasi 9 miliar dolar, tetapi membengkak menjadi lebih dari 20 miliar dolar akibat relokasi, masalah teknis, pandemi, dan inflasi.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 28 Juli - 2 Agustus 2026

Proyek Lamu masih membutuhkan persetujuan lingkungan, perjanjian pasokan minyak mentah, dan kontrak pelanggan sebelum konstruksi benar-benar berjalan. Kejelasan pembiayaan dan pembagian risiko menjadi kunci.