Rusia mengklaim berhasil menggagalkan serangan drone Ukraina yang menyasar kilang minyak di wilayah Tyumen, Siberia, untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Alexander Moor pada Sabtu (20/6) melalui saluran Telegram resminya.

in1

>>> Jasamarga Transjawa Tol Lakukan Pemeliharaan Berkala di Tol Jakarta-Cikampek

Menurut Moor, sistem pertahanan udara Rusia berhasil menangkal serangan terhadap kilang minyak Tyumen, salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di negara itu.

"Serangan pesawat nirawak terhadap kilang minyak Tyumen berhasil digagalkan. Personel dari dinas kedaruratan sedang menangani puing-puing yang jatuh di lokasi," tulis Moor.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan informasi awal, fasilitas tersebut tidak mengalami kerusakan dan para pekerja telah dievakuasi.

Moor mengatakan terus memantau perkembangan situasi secara langsung.

>>> Ronaldinho Dikabarkan Gabung Klub Divisi Tiga Italia Ravenna FC

Wilayah Tyumen di Siberia barat berjarak hampir 2.000 kilometer dari garis depan perang di Ukraina.

Hingga kini, otoritas Ukraina belum memberikan tanggapan atas laporan serangan tersebut.

Sebelumnya, Ukraina menyatakan bahwa serangan drone jarak jauhnya sengaja menyasar infrastruktur energi Rusia, termasuk kilang minyak dan fasilitas penyimpanan bahan bakar.

>>> BNPB: Dua Kabupaten di Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan

Menurut Ukraina, sektor energi merupakan salah satu penopang utama ekonomi Rusia sehingga menjadi target strategis.