Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dua kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Banyumas dan Purbalingga, mulai mengalami kekeringan seiring masuknya awal musim kemarau pada pertengahan Juni.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BPBD di kedua daerah telah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

in1

>>> Wapres Gibran: Pembangunan di Papua Jadi Prioritas Pemerintah

"Memasuki awal musim kemarau ini, jajaran BPBD setempat terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara merata," ujar Abdul di Jakarta, Sabtu.

Dampak di Banyumas dan Purbalingga

Di Kabupaten Banyumas, krisis air bersih melanda Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, dengan 523 kepala keluarga (KK) terdampak, serta Desa Taman Sari di Kecamatan Karanglewas sebanyak 44 KK.

Pemerintah setempat mengupayakan pengadaan tandon penampungan air darurat di setiap RT untuk memperluas jangkauan distribusi, mengantisipasi puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus.

>>> PNM Raih Empat Penghargaan di Indonesia Sustainability Award 2026

Saat ini, di Banyumas telah disiagakan penampungan air berkapasitas 4.000 liter di tiga titik strategis berdasarkan asesmen lapangan per Jumat (19/6).

Sementara itu, kekeringan di Purbalingga melanda kawasan perbukitan Kecamatan Karangreja, tepatnya Desa Kutabawa dan Desa Serang, menyebabkan sedikitnya 102 KK atau 398 jiwa kesulitan air bersih.

BPBD Purbalingga telah mendistribusikan bantuan logistik awal berupa dua armada truk tangki atau setara 10.000 liter air bersih untuk menyuplai kebutuhan domestik warga di Dusun Gunung Malang.

>>> Amazfit Helio Strap Pro Hadir dengan Sensor Pinggang untuk Analisis Gerakan

Abdul menegaskan BPBD setiap wilayah terus memantau perkembangan kekeringan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.