Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan empat kubangan yang terbentuk akibat gempa bumi di wilayah Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan alat berat sulit masuk karena lokasi berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

in1

>>> Peringati Hari Susu Sedunia, Susu Mbok Darmi Bagikan 1.000 Cup Susu Gratis di Bogor

Ia menuturkan kubangan tersebut berpotensi menyebabkan banjir bandang di Nokilalaki jika tidak segera diatasi.

Penanganan longsoran di kawasan taman nasional itu tidak akan menggunakan alat berat agar tidak merusak lingkungan.

"Sudah ada kesepakatan bahwa longsoran di atas gunung itu akan dijebol menggunakan pompa alkon," kata Suharyanto.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyebutkan penanganan kubangan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan lingkungan.

>>> Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

"Untuk penanganan ini harus berhati-hati dan memang harus ada izin khusus sebab berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu," ujar Rizal.

Berdasarkan data BPBD Sigi per 20 Juni, jumlah rumah rusak akibat gempa mencapai 2.335 unit, terdiri dari 1.955 rusak ringan, 226 rusak sedang, dan 154 rusak berat.

Total korban dan terdampak mencapai 8.586 jiwa dengan 2.775 kepala keluarga. Rinciannya, 17 orang luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga meninggal dunia.

>>> Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Berdampak Besar

BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.