Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengingatkan seluruh kepala desa di wilayah terdampak gempa bumi untuk aktif melaporkan kondisi warga, termasuk yang belum menerima bantuan pemerintah.

Komandan Satgas Bencana Kabupaten Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan, masyarakat juga harus aktif melaporkan ke desa apabila belum mendapatkan bantuan.

in1

>>> Jerman vs Pantai Gading: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft

Mekanisme penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dari posko induk di Kantor BPBD Sigi ke pos lapangan di kecamatan, lalu ke pos pendukung di desa.

Desa yang akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Samuel memastikan seluruh masyarakat terdampak gempa di Sigi akan mendapatkan bantuan tenda. Penyaluran dilakukan bertahap karena proses pengiriman yang cukup jauh.

Setelah masa tanggap darurat, pemerintah daerah akan menganalisis dan menentukan penanganan terbaik untuk hunian sementara (huntara).

>>> KA Sancaka Utara Makin Diminati, Hubungkan Surabaya–Cilacap Lewat Lintas Utara–Selatan Jawa

Huntara dapat digunakan maksimal dua tahun, selanjutnya warga akan menetap di hunian tetap (huntap).

Berdasarkan data BPBD Sigi, jumlah rumah rusak akibat gempa mencapai 2.319 unit, terdiri dari 1.966 rumah rusak ringan, 219 rusak sedang, dan 134 rusak berat.

Total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa atau 2.762 kepala keluarga. Rinciannya, 17 orang luka berat, 108 luka ringan, dan tiga orang meninggal dunia.

Wilayah terdampak tersebar di 42 desa di sembilan kecamatan, yaitu Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan, dan Gumbasa.

>>> Trump: Konflik Ukraina Takkan Terjadi Jika Rusia Tetap di G8

BMKG melaporkan gempa bumi tektonik magnitudo 6,7 mengguncang Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.