Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan Indonesia terus membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji optimistis Indonesia dapat kembali meraih posisi sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year pada tahun depan.

in1

>>> Simulasi Polytron Fox 350 Ungkap Penghematan Biaya Hingga Rp5,5 Juta Per Tahun

Hal itu disampaikan Bayu dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, menanggapi kenaikan peringkat Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026.

Indonesia kini berada di posisi 2 sebagai destinasi ramah Muslim versi GMTI 2026, naik tiga peringkat dibanding tahun sebelumnya.

Skor Indonesia mencapai 79, tertinggi sepanjang keikutsertaan dalam GMTI. Capaian ini mencerminkan konsistensi pembangunan ekosistem pariwisata ramah Muslim.

Program dan Strategi Kemenpar

Kemenpar menjalankan sejumlah program, seperti penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata.

Selain itu, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah Muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Promosi destinasi juga diperkuat melalui Indonesia. travel, penyusunan pedoman layanan dasar, dan petunjuk teknis pengembangan destinasi ramah Muslim.

>>> Ziarah Makam Bung Karno, Kapolri Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Prestasi ini mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi menghadirkan destinasi nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim.

Bayu Aji mengapresiasi CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026 serta bangga atas peningkatan peringkat Indonesia.

Ia optimistis Indonesia mampu meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga bisa kembali menempati posisi teratas pada GMTI tahun mendatang.

Pemeringkatan GMTI menggunakan kerangka ACES (Access, Communication, Environment, and Services) dengan 17 indikator.

Aspek akses meliputi konektivitas, kemudahan visa, dan infrastruktur transportasi. Aspek komunikasi mencakup kemampuan bahasa, promosi, dan kesadaran pemangku kepentingan.

>>> Casio Luncurkan G-Shock G-Lide GBX-H5600 di AS, Jam Tangan Pintar untuk Peselancar

Aspek lingkungan menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, dan faktor pendukung. Aspek pelayanan meliputi ketersediaan masjid, makanan halal, fasilitas bandara, akomodasi, serta atraksi warisan budaya Islam.