Kemenpar Targetkan 19,1 Juta Wisman dan Devisa Rp515 Triliun pada 2027
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik lonjakan signifikan pada sektor pariwisata nasional hingga tahun 2027.
Target ini mencakup peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman), perolehan devisa, hingga kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).
>>> Ahli Waris Wajib Sepakati Pembagian Properti untuk Hindari Sengketa Rumah
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memaparkan bahwa sektor pariwisata memiliki tugas besar hingga 2029 untuk memperkuat perekonomian domestik.
Hal ini diwujudkan melalui penaikan sasaran seluruh indikator kinerja utama kementerian.
Target Kunjungan dan Devisa
Kemenpar mematok target kedatangan wisman sebanyak 17,6 juta hingga 19,1 juta kunjungan pada 2027.
Jumlah tersebut merepresentasikan pertumbuhan sekitar 8,5 persen sampai 10 persen dari target tahun sebelumnya.
Nilai belanja para pelancong asing juga diproyeksikan meningkat menjadi US$1.447 hingga US$1.497 per kedatangan.
Lonjakan pengeluaran ini diharapkan mampu mengerek penerimaan devisa negara secara masif.
"Diharapkan menghasilkan devisa pariwisata sebesar US$25,5 hingga US$28,6 miliar dolar Amerika Serikat atau tumbuh 15,9% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Widiyanti.
>>> Uskup Agung Sydney Peringatkan Bahaya Penyembahan AI
Apabila diakumulasikan menggunakan estimasi nilai tukar Rp18.000 per dolar AS, perolehan devisa tersebut setara dengan Rp459 triliun hingga Rp515 triliun.
Angka ini menjadi tumpuan pemerintah dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional.
Target Wisatawan Nusantara dan Investasi
Untuk pergerakan domestik, pemerintah menargetkan perjalanan wisatawan nusantara menembus minimal 1,28 miliar perjalanan pada 2027.
Target tersebut memperlihatkan kenaikan sebesar 8,5 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2026.
Sektor pariwisata juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru bagi 27,33 juta tenaga kerja, atau naik sekitar 3 persen.
Sementara itu, kontribusi sektor ini terhadap PDB ditargetkan menguat pada rentang 4,7 persen hingga 4,8 persen.
Nilai investasi di industri pariwisata ditargetkan dapat menyentuh angka minimal Rp71 triliun, atau tumbuh 11,8 persen.
>>> Messi Cetak Hat-trick, Argentina Hancurkan Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Widiyanti menambahkan bahwa Travel and Tourism Development Index kini tidak lagi menjadi indikator utama karena rilis peringkatnya dilakukan tiap dua tahun sekali.
Update Terbaru
Persija Jakarta Putus Kontrak Hanif Sjahbandi karena Cedera Lutut
Jumat / 19-06-2026, 05:06 WIB
Teach You a Lesson Betah di Puncak Netflix Global Dua Pekan
Jumat / 19-06-2026, 05:06 WIB
Penyebab Pertengkaran Suami Istri yang Jarang Disadari, dari Rasa Aman hingga Finansial
Jumat / 19-06-2026, 05:06 WIB
PBSI Lepas 26 Atlet Junior Indonesia ke AJC 2026 di Jepang
Jumat / 19-06-2026, 05:05 WIB
Samsung Galaxy A57: Desain Tipis 6,9 mm dan Bobot 179 Gram untuk Kenyamanan Harian
Jumat / 19-06-2026, 05:05 WIB
The Fed Umumkan Suku Bunga, Debut Kevin Warsh Disorot
Jumat / 19-06-2026, 05:04 WIB
9 Drakor Rating Tertinggi Minggu Ketiga Maret 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:04 WIB
MSCI Soroti Keterbukaan Data Pasar Saham Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 05:04 WIB
AS dan Iran Mulai Terapkan Kesepakatan Damai Sementara, Selat Hormuz Kembali Dibuka
Jumat / 19-06-2026, 05:04 WIB
MAPPA Rilis Ilustrasi Mikasa Ackerman yang Picu Trauma Fans Attack on Titan
Jumat / 19-06-2026, 05:03 WIB
Rizky Billar Laporkan Enam Akun Medsos ke Polda Metro Jaya
Jumat / 19-06-2026, 05:03 WIB
BAIC Indonesia: Kenaikan Harga BBM Ubah Perilaku Konsumen Mobil
Jumat / 19-06-2026, 05:03 WIB
Meksiko vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Grup A
Jumat / 19-06-2026, 05:02 WIB
Saham Perbankan Besar Alami Koreksi Tajam pada Pertengahan 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:02 WIB






