Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 17,6 juta hingga 19,1 juta pada tahun 2027.

Angka ini meningkat dibandingkan sasaran tahun 2026 yang berkisar 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan.

>>> Kadin: Bioetanol Bisa Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kenaikan target sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pariwisata yang lebih bermutu dan berkelanjutan.

Strategi ini diharapkan memperluas dampak positif pariwisata terhadap perekonomian nasional, lapangan kerja, dan devisa.

“Kami berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pariwisata berkontribusi lebih besar bagi perekonomian, penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Widiyanti dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Fokus pembangunan sektor ini diarahkan pada aspek kualitas dan keberlanjutan lingkungan guna memperkuat kontribusi ekonomi nasional.

Untuk agenda prioritas tahun depan, Kemenpar mengonsentrasikan program pada penuntasan 10 destinasi pariwisata prioritas serta pengembangan 3 destinasi regeneratif.

Langkah ini beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Sektor lapangan usaha penopang pariwisata seperti akomodasi, penyediaan makanan, dan minuman ditargetkan tumbuh 8,7 persen hingga 9,3 persen.

Intervensi strategis yang disiapkan meliputi penguatan SDM, intensifikasi pemasaran, hingga penyelenggaraan atraksi dan ajang berkualitas.

Pemerintah juga membenahi aspek pariwisata berkelanjutan, pemantapan destinasi, dan penguatan rantai pasok industri yang inklusif.

>>> PT Prodia Diagnostic Line IPO Saham Maksimal Rp62,74 Miliar

Peningkatan target kinerja tercermin pada seluruh Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemenpar untuk 2027 yang naik dibanding 2026.

Sektor pariwisata ditargetkan mencetak pertumbuhan kunjungan wisman sekitar 8,5 persen hingga 10 persen.