Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kembali mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5 hingga 3,75 persen.

Keputusan ini diambil dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026.

>>> Oriflame Indonesia Luncurkan Novage Proceuticals 10% Niacinamide Power Drops

Langkah tersebut merupakan respons terhadap inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian geopolitik global. The Fed menegaskan komitmennya untuk menekan laju inflasi menuju target jangka panjang sebesar 2 persen.

Proyeksi Ekonomi dan Inflasi

FOMC menyatakan bahwa aktivitas ekonomi AS berkembang dengan kecepatan solid meskipun ada ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal dinilai kuat, sementara pasar tenaga kerja tetap stabil.

Seluruh 12 anggota komite mendukung penuh keputusan ini untuk menjaga kecukupan cadangan di sistem perbankan.

>>> Kawasaki Brusky 125 Siap Bersaing dengan Yamaha FreeGo 125 di Pasar Skutik

Dalam proyeksi terbaru, pertumbuhan PDB riil AS pada 2026 diperkirakan mencapai 2,2 persen, lebih rendah dari proyeksi Maret sebesar 2,4 persen.

Tingkat pengangguran median diproyeksikan sebesar 4,3 persen pada 2026, turun dari estimasi sebelumnya 4,4 persen.

Untuk 2027, pertumbuhan ekonomi dan pengangguran masing-masing dipatok 2,3 persen dan 4,3 persen, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, inflasi yang diukur dengan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) diperkirakan mencapai 3,6 persen pada 2026 dan 2,3 persen pada 2027.

>>> Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Masuk Kategori Tidak Sehat

Kedua angka ini lebih tinggi dari estimasi Maret yang masing-masing sebesar 2,7 persen dan 2,2 persen.