Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada pembukaan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.

Mata uang Garuda terkoreksi 94 poin atau 0,53 persen ke level Rp17.856 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg.

>>> Bursa Efek Indonesia Menanti Hasil Evaluasi Pasar Global MSCI

Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.762 per dolar AS.

Faktor Eksternal Tekan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS setelah rapat FOMC.

The Fed mensinyalkan potensi kenaikan suku bunga tahun ini, memicu sentimen risk off di pasar.

Meski demikian, sentimen positif dari dalam negeri masih berpeluang menahan laju penurunan.

Kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan diumumkan sore ini diprediksi dapat memberikan dukungan.

>>> KPK Dalami Distribusi Bonus di Kasus Dugaan Korupsi PPT ET

Lukman memperkirakan rentang pergerakan rupiah hari ini berada di Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap dolar AS pada pagi ini.

Won Korea Selatan mencatat penurunan paling tajam sebesar 0,66 persen, diikuti ringgit Malaysia minus 0,56 persen.

Peso Filipina terkoreksi 0,28 persen, yuan China turun 0,07 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.

>>> Pelatih Ghana Sebut Kemenangan 1-0 atas Panama Sangat Berharga

Di sisi lain, dolar Taiwan menguat 0,06 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, baht Thailand terapresiasi 0,05 persen, dan yen Jepang menguat tipis 0,006 persen.