Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan perkembangan rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang akan mengonsolidasi perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Proses merger ini ditargetkan terlaksana sepenuhnya pada Januari 2027.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Mandatori Biodiesel B50 Berlaku 1 Juli 2026

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan bahwa proses awal ditargetkan selesai per 31 Juli 2026 dengan menggandeng konsultan.

Tahap berikutnya akan memasuki proses merger pada September 2026 hingga akhir tahun.

Meskipun demikian, induk dari konsolidasi tersebut belum diketahui. "Nanti siapa yang akan menjadi cangkang atau lainnya, itu masih belum kelihatan hilalnya," kata Budi Herawan.

Budi Herawan menambahkan bahwa asosiasi telah memberikan masukan agar konsolidasi ini tidak menimbulkan kekhawatiran.

Langkah ini dinilai berpotensi memengaruhi kinerja industri asuransi umum, reasuransi, hingga asuransi jiwa pada 2026, bersamaan dengan kewajiban pemisahan unit usaha syariah.

"Ya, ditunggu saja, karena ada beberapa perusahaan asuransi BUMN memang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Apakah akan mendapat suntikan modal atau setelah merger baru dilakukan?

Kami juga masih belum tahu," tutur Budi Herawan.

Menurut Budi Herawan, pemindahan portofolio dalam konsolidasi ini tidak mudah, terutama untuk asuransi penjaminan. Kemungkinan besar cangkang untuk asuransi penjaminan akan ditempatkan di PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Sementara itu, Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisis Heri Supriyadi mengonfirmasi bahwa pertemuan awal untuk persiapan proyek konsolidasi telah dilaksanakan pada pekan ini.

>>> Bank Ina Kaji Ulang Bunga Simpanan Usai BI Rate Naik ke 5,5%

"Senin (15/6/2026) itu ada acara pre-kick off proyek tentang merger atau proyek denver. Kami (BRI Insurance) termasuk yang ikut di dalam acara.