Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berencana mengumumkan susunan manajemen PT Danantara Strategic Industries (DSI) dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Langkah pembentukan organisasi badan usaha milik negara (BUMN) ekspor tersebut saat ini masih berada dalam fase perekrutan sumber daya manusia (SDM) profesional.

>>> Kemnaker Mulai Cairkan Uang Saku Magang Nasional, Waspada Hoaks

"Memang sekarang dari sistem struktur organisasi sedang kami preparasi.

Hopefully dalam waktu 1-2 bulan ke depan bisa kami share juga para pemimpin-pemimpin yang ada," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara.

Hingga saat ini, posisi pimpinan PT DSI baru diisi oleh Luke Thomas Mahony yang menjabat sebagai Direktur Utama.

Ia juga ikut andil dalam menyusun tim operasional.

"Per hari ini memang hanya ada satu orang, Luke.

Di situ nanti dia juga prepare timnya yang nanti bisa mungkin untuk komunikasi ke publik," kata Pandu Sjahrir.

Manajemen baru tersebut disiapkan untuk mengelola tiga komoditas utama yang menjadi fokus bisnis perusahaan, meliputi batu bara, crude palm oil (CPO), dan paduan besi (ferro alloy).

"Itu tiga tim berbeda, karena tiga market yang berbeda, nanti tentunya memiliki dinamika di main supply yang juga berbeda.

Jadi itu sekarang dalam proses pembangunan tim," jelas Pandu Sjahrir.

Penguatan kapasitas internal ini berjalan beriringan dengan tahap implementasi PT DSI yang sudah dimulai sejak 1 Juni 2026.

Fokusnya pada tata kelola data serta verifikasi invoice ekspor.

>>> Kementerian ESDM Proyeksikan Harga Pertamax Turun Usai AS dan Iran Damai

"InsyaAllah 1 September, maybe 40-50 persen dari sisi pemimpinnya," kata Pandu Sjahrir.