Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) bersama Danantara Indonesia menargetkan proses konsolidasi perusahaan asuransi milik negara yang berada di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG) rampung pada 2026.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan langkah ini penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif.

>>> Sinemart Uji Kemampuan di Layar Lebar Lewat Film Animasi "Foufo"

Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pertemuan Bahas Integrasi Bisnis

Untuk membahas perkembangan konsolidasi, Dony menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada 17 Juni 2026.

Pembahasan difokuskan pada integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan, serta pengembangan sinergi antarentitas yang akan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi.

>>> BP BUMN: Laba Pelindo Naik 94 Persen Usai Transformasi Bisnis

Kedua pihak juga membahas langkah strategis guna memastikan proses integrasi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang.

Dony menambahkan, konsolidasi diharapkan menjadi fondasi pembentukan ekosistem asuransi BUMN yang lebih terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Transformasi ini diharapkan menghasilkan skala usaha yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas underwriting dan investasi, serta memperluas kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan dunia usaha.

>>> Persija Resmi Lepas Riko Simanjuntak, Nico Saputro, dan Hansamu Yama

Melalui penguatan industri asuransi BUMN, BP BUMN dan Danantara berharap sektor asuransi dapat berperan lebih besar dalam mendukung stabilitas sistem keuangan, meningkatkan penetrasi asuransi nasional, serta menunjang pembiayaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.