Sinemart, rumah produksi yang dikenal lewat serial televisi, kini mulai merambah dunia layar lebar. Langkah ini diuji melalui film animasi berjudul "Foufo" yang digarap bersama Skak Studios.

Produser eksekutif Sinemart, David Setiawan Suwarto, mengakui bahwa mereka masih belajar dalam industri film.

>>> BP BUMN: Laba Pelindo Naik 94 Persen Usai Transformasi Bisnis

"Kami termasuk pendatang baru kalau untuk dunia film," ujarnya saat peluncuran cuplikan dan poster di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu.

Untuk mengurangi risiko, Sinemart memilih bekerja sama dengan mitra kreatif yang sudah berpengalaman, yaitu Bayu Skak dan timnya dari Skak Studios.

Alih-alih membuat film horor yang dianggap "aman", mereka justru berani mengambil formula animasi yang menantang.

David mengaku awalnya ragu saat mendengar sinopsis "Foufo".

"Itu adalah campuran antara keinginan untuk menolak, tapi di saat yang sama, rasa penasaran yang besar untuk melihatnya," katanya.

Film ini bercerita tentang jatuhnya pesawat alien namun berlatar di Madura.

Sinemart juga mengubah cara kerja mereka. Jika di televisi terbiasa dengan kecepatan tinggi, kini mereka lebih memprioritaskan proses pengembangan cerita yang matang.

>>> Persija Resmi Lepas Riko Simanjuntak, Nico Saputro, dan Hansamu Yama

David memuji tim Bayu Skak yang teliti dalam meriset karakter dan konflik sebelum syuting.

Skak Studios juga berani membangun bakat akting baru yang dijaring langsung dari Jawa Timur lewat audisi.

Dengan cara itu, mereka menemukan talenta dengan daya tarik kuat di daerah asalnya.

David mengatakan Sinemart tertarik mencari film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga dekat dengan kenyataan hidup penonton.

Mereka ingin mengangkat isu sulitnya mencari uang dan perjuangan membahagiakan orang tua, tema yang relevan dengan masyarakat Indonesia saat ini.

Film "Foufo" dijadwalkan rilis pada 9 Juli mendatang.

Kini semua mata tertuju pada Sinemart, apakah kerja sama dengan Skak Studios mampu membawa penonton setia televisi mereka ke bioskop.

>>> Tanter Pensiun Setelah 43 Musim Jadi Announcer Lakers

Sebelumnya, kedua rumah produksi itu pernah sukses bekerja sama dalam serial lokadrama "Lara Ati" di pasar streaming.