Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026).

Indeks diperkirakan berada di kisaran support 6.100 hingga resistance 6.350.

>>> Dolar AS Menguat Tajam Usai Sinyal Kenaikan Suku Bunga dari The Fed

Proyeksi ini dipengaruhi sikap hati-hati pasar menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia dan ulasan pasar dari MSCI.

Pada Rabu (17/6/2026), IHSG ditutup terkoreksi 0,55 persen ke level 6.220,74.

Nilai tukar rupiah di pasar spot juga melemah 0,21 persen ke posisi Rp 17.762 per dolar AS.

Faktor ketidakpastian utama bersumber dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia serta pengumuman MSCI.

Sentimen Global dan Domestik

Analis Phintraco Sekuritas mencatat beberapa rangkaian sentimen global dan domestik memicu kewaspadaan pelaku pasar. Salah satunya adalah MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Indikator teknikal menunjukkan pelebaran histogram positif pada MACD IHSG. Namun, Stochastic RSI justru memperlihatkan kondisi Death Cross di area jenuh beli.

>>> Kemenekraf Usulkan Tiga Program Unggulan untuk Tahun 2027

Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah peredaan inflasi dan penurunan harga minyak mentah.

Kondisi pasar juga akan ditentukan oleh skenario perombakan indeks global.

Jika status Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market, potensi kepanikan investor dan aliran modal keluar dapat menjadi sentimen negatif.

Sebaliknya, jika MSCI mempertahankan status Indonesia di EM index dan menaikkan bobotnya, hal itu diperkirakan menjadi faktor positif yang mendorong rebound IHSG.

>>> Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kunjungi Beijing, Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Di tengah proyeksi pelemahan, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham potensial untuk perdagangan hari ini, yaitu MAPI, MSIN, JSMR, HEAL, dan ESSA.