Harga Ethereum kembali mengalami tekanan.

Dalam 24 jam terakhir, nilai aset kripto ini turun 2,44 persen ke level 1.746,91 dolar AS atau sekitar Rp 31,4 juta pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 06.56 WIB.

>>> Estimasi Biaya Tol dan BBM Jakarta-Yogyakarta Pakai Honda Brio

Pelemahan ini dipicu oleh sikap hati-hati investor terhadap kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Berdasarkan data CoinMarketCap yang dilansir Money, pergerakan negatif Ethereum sudah terlihat sejak Rabu, 17 Juni 2026 pukul 19.25 WIB.

Saat itu harganya anjlok ke 1.744,56 dolar AS atau sekitar Rp 31,2 juta.

Meski sempat naik tipis 0,14 persen dalam satu jam terakhir dan melonjak 7,88 persen dalam sepekan, kapitalisasi pasar Ethereum saat ini tertahan di angka 211 miliar dolar AS atau setara Rp 3.776 triliun.

>>> Penyimpanan Emas di Swiss Turun Menjadi Enam Persen

Secara rata-rata harian, koreksi mencapai 2,35 persen.

Sikap The Jadi Pemicu

Sikap wait and see pelaku pasar dipicu oleh kebijakan Federal Reserve di bawah kepemimpinan ketua baru, Kevin Warsh.

Otoritas moneter tersebut memutuskan menunda pemangkasan suku bunga acuan dan mempertahankannya di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen.

Para investor kini masih menunggu keputusan lanjutan mengenai potensi pemotongan atau justru kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

>>> Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker

Ketidakpastian ini membuat aset berisiko seperti Ethereum tertekan.