Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, berpeluang turun.

Penurunan dapat terjadi apabila harga minyak mentah dunia bergerak turun dalam beberapa waktu ke depan.

>>> Polisi Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Hotel Sultan

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa fluktuasi harga minyak global berdampak langsung pada harga BBM non-subsidi di dalam negeri.

Prinsip yang diterapkan bersifat dua arah secara konsisten. Saat harga minyak dunia naik, harga BBM non-subsidi ikut terdorong meningkat karena menyesuaikan biaya produksi dan distribusi.

Sebaliknya, jika harga minyak melemah, ruang untuk menurunkan harga jual di dalam negeri akan terbuka.

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga energi guna melindungi daya beli masyarakat.

>>> The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi yang Masih Tinggi

Bahkan, pemerintah bersama BUMN dan perusahaan swasta sempat membahas langkah menahan kenaikan harga BBM non-subsidi saat pasar global bergejolak.

Namun, pelaku usaha tetap harus memperhitungkan aspek keekonomian dalam menentukan harga jual. Penyesuaian harga dinilai sulit dihindari ketika terjadi perubahan signifikan pada harga minyak mentah dunia.

Anggia juga mengingatkan masyarakat untuk membedakan BBM subsidi dan non-subsidi.

Pemerintah berkomitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar subsidi sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

>>> Oriflame Indonesia Luncurkan Novage Proceuticals 10% Niacinamide Power Drops

Sementara itu, produk BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Dex Series akan terus mengikuti pergerakan harga energi global dan kondisi pasar yang berlaku.