Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong kolaborasi multipihak dalam rangka transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, Wamen Fauzan menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi hanya dapat dicapai melalui perubahan cara kerja yang kolaboratif dan terstruktur.

>>> Panduan Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN dan PTS 2026

"Supaya bisa bersinar maka harus berubah.

Bangsa ini sudah lama menjalankan pendidikan dengan cara yang biasa-biasa saja, padahal harus ada value yang bisa kita jual," katanya.

Wamendiktisaintek Fauzan mengapresiasi pembentukan konsorsium oleh berbagai perguruan tinggi, seperti Konsorsium Pendidikan Bali.

Konsorsium tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis antar-kampus di Bali untuk mengintegrasikan Tridarma Perguruan Tinggi dalam pembangunan daerah.

Selain itu, konsorsium juga mengembangkan model solusi berbasis bukti, mendorong mentoring antar-perguruan tinggi, serta memperkuat implementasi kolaborasi pentahelix.

"Pentingnya konsorsium ini adalah melahirkan value yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pemerintah daerah.

Karena itu kehadiran perguruan tinggi di manapun berada harus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujar Wamen Fauzan.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.856 per Dolar AS pada 18 Juni 2026

Wamendiktisaintek juga menekankan bahwa perguruan tinggi tidak dapat lagi berjalan sendiri dalam menjawab tantangan pembangunan.

"Selama ini perguruan tinggi memiliki komoditas riset yang luar biasa, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri.

Padahal jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan radius dampak yang jauh lebih luas," ucap Wamen Fauzan.

Ia mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi melalui model konsorsium tematik seperti Konsorsium Pendidikan Bali.

Kolaborasi ini diharapkan segera diimplementasikan dalam program nyata, seperti riset kolaboratif lintas kampus, KKN tematik berbasis isu daerah, penguatan hilirisasi inovasi, serta program mentoring antarkampus.

Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (UPG) I Wayan Lasmawan menyampaikan masih terdapat fragmentasi antar-kampus yang menyebabkan kontribusi pendidikan tinggi belum optimal dalam menyelesaikan persoalan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

"Saya berharap melalui konsorsium ini akan terbangun kolaborasi tanpa batas. Harapannya, konsorsium ini nantinya memberikan warna dan memperindah lanskap pendidikan di Indonesia melalui pemecahan masalah tanpa batas.

>>> Bursa Efek Indonesia Menanti Hasil Evaluasi Pasar Global MSCI

Mari kita mulai bekerja nyata dalam kebersamaan yang terus bertumbuh," kata I Wayan Lasmawan.