Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ke Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa itu membahas pengawalan sumber daya manusia dan isu mineral kritis.

>>> Samsung Galaxy XR Resmi Meluncur di Inggris, Pre-order Dibuka

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa diskusi mencakup persiapan dan evaluasi program pendidikan yang berjalan.

"Ini berkenaan dengan masalah persiapan pengawalan sumber daya manusia kita yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan," kata Prasetyo Hadi.

Selain SDM, Presiden juga menjadwalkan diskusi khusus dengan Brian Yuliarto terkait pengembangan teknologi di sektor tambang strategis.

Sektor tersebut mencakup kolaborasi pemanfaatan logam tanah jarang atau mineral kritis.

"Mengenai beberapa kerja sama yang berkaitan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," ujar Prasetyo Hadi.

>>> Ilmuwan Terkejut Temukan 'Kuburan Paus' Terbesar di Dunia Berusia Jutaan Tahun

Pada hari yang sama, Presiden juga mengundang Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dhanil Anzar Simanjuntak.

Pertemuan itu bertujuan menerima laporan pertanggungjawaban penataan ibadah haji tahun ini.

Prasetyo Hadi menambahkan bahwa pertemuan dengan otoritas haji sekaligus merespons permintaan resmi dari legislatif dan tim pengawas.

"Jadi Bapak Presiden hari ini ada beberapa agenda.

>>> Bank Sampoerna Luncurkan Deposito Digital, Target Milenial dan Investor Pemula

Yang pertama adalah beliau memenuhi permohonan dari Komisi VIII dan sekaligus dari Tim Pengawas Haji serta Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini," jelas Prasetyo Hadi.