PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatatkan tambahan produksi minyak bumi hampir 1.900 barel per hari (BOPD) dari Lapangan Sejadi, perairan Kalimantan Timur.

Tambahan produksi ini diperoleh dari penyelesaian dua sumur pengembangan, yaitu Sumur Sejadi SJ-6 dan Sumur Sejadi SJ-4RD1, pada 12 Juni 2026.

>>> Izzky Alvaro Gelar Resepsi Pernikahan Sederhana Setelah Tertunda Lima Tahun

Pengeboran kedua sumur berhasil rampung lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah dari anggaran awal, meskipun menghadapi tantangan teknis bawah permukaan yang kompleks.

Hasil Uji Sumur

Berdasarkan hasil pengujian, Sumur Sejadi SJ-6 yang merupakan sumur bor baru menghasilkan produksi bersih 942 BOPD.

Sementara itu, Sumur Sejadi SJ-4RD1 sebagai sumur pemboran ulang memproduksi 923 BOPD minyak dan gas sebesar 0,853 MMSCFD.

Optimalisasi potensi Lapangan Sejadi dilakukan melalui studi komprehensif konsep pengembangan infill dan step out, serta didukung peningkatan fasilitas perluasan dek platform.

>>> Revisi UU Hak Cipta Terburu-buru Dinilai Hambat Inovasi dan Edukasi

Apresiasi dari Manajemen dan SKK Migas

General Manager Zona 10, Darmapala, menyatakan capaian ini memperkuat keyakinan bahwa peluang pertumbuhan produksi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan berkelanjutan.

Menurut Darmapala, keberhasilan ini membuktikan bahwa lapangan migas lama yang telah lama berproduksi masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan secara terukur.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Hariyanto Syafrie, menambahkan bahwa tambahan produksi ini memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target produksi minyak nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

>>> Kiki's Delivery Service Diadaptasi Jadi Serial Live Action Pertama Studio Ghibli

SKK Migas berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pengembangan lapangan migas nasional melalui sinergi antara Pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama, dan seluruh pemangku kepentingan.