PT Badak NGL (Badak LNG) mencatat produksi gas alam cair (LNG) sebesar 7,12 juta meter kubik sepanjang tahun 2025.

Angka tersebut setara dengan 7.122.857 meter kubik.

>>> Veda Ega Pratama Finis Kedelapan pada Moto3 Catalunya 2026

Anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini juga memproduksi liquefied petroleum gas (elpiji) sebanyak 197.496 meter kubik pada periode yang sama.

Realisasi volume produksi LNG dan elpiji berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

Pengolahan bahan baku gas (feed gas) tercatat 14,23 persen lebih tinggi dari target. Sementara itu, hasil produksi LNG berada 15,83 persen di atas target.

Perusahaan mampu mempertahankan tingkat ketersediaan kilang (plant availability) di angka 99,77 persen. Rasio efisiensi termal kilang (Plant Thermal Efficiency) mencapai 83,34 persen sepanjang 2025.

Tingkat ketersediaan kilang tersebut berada di atas rata-rata global yang biasanya 95,18 persen.

>>> Argentina Bungkam Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026, Messi Borong Tiga Gol

Secara akumulatif, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) Badak LNG menembus 107,16 persen pada tahun lalu.

Komitmen Keberlanjutan Operasional

President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin mengatakan pencapaian ini membuktikan ketangguhan operasional perusahaan. Terutama dalam merespons lanskap industri energi yang dinamis.

"Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid," ujar Achmad dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Achmad, optimalisasi aset dan sumber daya terus berjalan demi menjaga operasional kilang. Langkah ini dilakukan agar bisnis tetap aman, andal, efisien, dan berkelanjutan.

>>> Bank Muamalat Catat Lonjakan Transaksi QRIS 74,87% per Mei 2026

"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis ke depan," pungkasnya.