PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memacu pertumbuhan pembiayaan pada segmen usaha kecil dan menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan untuk mendukung perekonomian kerakyatan dan memperluas lapangan kerja.

Ekspansi pembiayaan yang masif tersebut diiringi dengan penerapan prinsip kehati-hatian.

>>> Harga Emas BSI dan HRTA Beragam pada 17 Juni 2026

Hasilnya, kualitas pembiayaan BSI tercatat membaik dengan penurunan rasio non performing financing (NPF) menjadi 1,80% dari sebelumnya 1,88%.

Sejumlah sektor penopang aktivitas harian masyarakat masih mengalami pertumbuhan positif. Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian dan perkebunan, perdagangan besar dan eceran, hingga jasa pendidikan.

Komitmen BSI pada UMKM

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menjelaskan bahwa perusahaan membidik kelas usaha kecil dan menengah karena memiliki potensi besar.

Potensi itu dapat tergali jika mendapatkan pembinaan dan akses pembiayaan yang tepat.

>>> IHSG 17 Juni 2026 Melemah ke Level 6.202, Dipicu Aksi Ambil Untung

"Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen Bank Syariah Indonesia berkontribusi untuk perekonomian nasional, terutama sektor-sektor pro kerakyatan yang memperluas lapangan kerja," ujar Kemas Erwan Husainy.

Untuk mengoptimalkan kapasitas usaha dan transparansi akuntabilitas keuangan, BSI mengakselerasi transformasi digital di segmen SME.

Salah satunya dengan menyiapkan cash management system terintegrasi BEWIZE by BSI yang memudahkan mobilitas pengelolaan usaha.

Selain sistem digital, perseroan juga memperkuat program agar pelaku UMKM naik kelas dan meningkatkan daya saing.

>>> Lakon Indonesia Olah Kain Sisa Demi Kurangi Sampah Fashion

Langkah strategis tersebut dijalankan melalui pendampingan usaha, pelatihan, business matching, penyediaan layanan BSI UMKM Center, serta fasilitas pendampingan sertifikasi halal.