Bisnis Remitansi Perbankan Tumbuh Solid hingga April 2026
Bisnis remitansi perbankan nasional mencatat pertumbuhan volume transaksi yang solid hingga April 2026.
Lonjakan pengiriman uang lintas negara ini didorong oleh tingginya kebutuhan dari pekerja migran, sektor bisnis, dan individu.
>>> Aturan Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Mulai Rabu 17 Juni 2026
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kenaikan volume transaksi remitansi sebesar 47 persen secara tahunan (yoy) dengan nilai Rp56 triliun.
Pertumbuhan ini terjadi seiring langkah agresif perseroan dalam memperluas kemitraan strategis di kancah internasional.
Sekretaris Perusahaan BSI Wisnu Sunandar menjelaskan bahwa ekspansi jaringan menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan transaksi di berbagai negara tujuan, terutama di kawasan Asia.
Saat ini, layanan pengiriman uang BSI telah menjangkau 15 negara dengan dukungan 29 mitra global, termasuk koridor baru di Turki dan Oman.
Jaringan internasional yang terintegrasi dengan saluran digital ini diproyeksikan akan terus memperkuat pendapatan berbasis komisi perseroan.
>>> Qualcomm Siapkan Lebih dari 40 Desain Perangkat AI untuk Era Agen Cerdas
BCA Juga Catat Pertumbuhan
Tren positif serupa dialami oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mencatatkan pertumbuhan pada pos pendapatan nonbunga dari layanan remitansi.
Hingga Maret 2026, pendapatan selain bunga BCA terkerek 14,2 persen yoy menjadi Rp6,6 triliun, dengan penopang utama dari pendapatan fee dan komisi sebesar Rp5,5 triliun.
EVP Corporate Communication BCA Hera F.
Haryn menegaskan pertumbuhan ini menjadi bukti komitmen korporasi dalam menyediakan solusi finansial yang adaptif bagi seluruh kelompok nasabah.
BCA saat ini memfasilitasi transaksi remitansi untuk lebih dari 100 mata uang asing, mencakup 18 mata uang utama dunia, melalui optimalisasi saluran digital.
>>> Marcela Iglesias Rencanakan Operasi Plastik Area Intim dengan Lemak Jenazah
Pemanfaatan fitur Poket Valas pada aplikasi myBCA menjadi salah satu alat utama nasabah dalam mengelola dana valuta asing, mulai dari pengiriman hingga penarikan dana.
Update Terbaru
Mobileye Beralih dari Pemasok Teknologi ke Operator Robotaxi, Siap Luncurkan Layanan di AS
Rabu / 17-06-2026, 07:32 WIB
Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Penerapan Etika Kuat dalam Penggunaan AI
Rabu / 17-06-2026, 07:32 WIB
Yum! Brands Jual Jaringan Pizza Hut Senilai 2,7 Miliar Dollar AS
Rabu / 17-06-2026, 07:32 WIB
OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Normal Usai Penahanan Tiga Petinggi
Rabu / 17-06-2026, 07:29 WIB
Dishub DKI Jakarta Tindak 258 Pelanggaran Parkir Liar di Lima Wilayah
Rabu / 17-06-2026, 07:29 WIB
BPS: Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia Capai 172,9 Juta Unit
Rabu / 17-06-2026, 07:29 WIB
Barclays Proyeksikan Harga Emas Dunia Menanjak hingga US$ 4.900
Rabu / 17-06-2026, 07:28 WIB
Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Penggunaan AI Harus Diiringi Etika Kuat
Rabu / 17-06-2026, 07:28 WIB
Raymond/Joaquin Keluar dari 10 Besar Ranking BWF
Rabu / 17-06-2026, 07:24 WIB
Portugal Hadapi RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 07:24 WIB
Piala Dunia 2026 Wajibkan Hydration Break di Semua Pertandingan
Rabu / 17-06-2026, 07:24 WIB
Bank Investasi Global Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent hingga 2027
Rabu / 17-06-2026, 07:24 WIB
Iran Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026, Demonstrasi Warnai Laga
Rabu / 17-06-2026, 07:21 WIB
Raphinha Tunda Negosiasi dengan Al Hilal demi Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 07:20 WIB






