PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan laba operasional yang melambat pada periode terakhir.

Laba operasional mencapai Rp31,4 triliun, hanya naik 2,76 persen secara tahunan (yoy).

>>> Wuyang Honda Luncurkan HooRide 125, Skutik Petualang dengan Dek Rata

Perlambatan ini sejalan dengan koreksi pendapatan bunga bersih yang turun 0,5 persen yoy menjadi Rp32,95 triliun.

Beban bunga justru meningkat 5,41 persen yoy menjadi Rp5,45 triliun, sementara pendapatan bunga hanya tumbuh tipis 0,3 persen yoy menjadi Rp38,4 triliun.

Di sisi lain, BCA berhasil menekan beban operasional lainnya hingga 39,41 persen yoy menjadi Rp1,55 triliun.

Penurunan ini didorong oleh berkurangnya beban impairment sebesar 13,62 persen yoy menjadi Rp1,21 triliun.

Pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi tumbuh 9,2 persen yoy menjadi Rp8,44 triliun.

>>> BGN Perluas Layanan Makan Bergizi Gratis Lewat SPPG pada 2026

Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pos operasional lain, seperti pendapatan dividen yang merosot 11,65 persen yoy menjadi Rp1,93 triliun.

Penyaluran Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BCA tumbuh terbatas 4,85 persen yoy menjadi Rp969,09 triliun.

Total aset bank meningkat 8,57 persen yoy mencapai Rp1.592,98 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) naik 8,8 persen yoy menjadi Rp1.256,84 triliun.

Kenaikan ini didominasi oleh dana murah, di mana giro tumbuh 16,78 persen yoy menjadi Rp444,32 triliun dan tabungan meningkat 7,81 persen yoy menjadi Rp625,37 triliun.

>>> Qualcomm Luncurkan Program Snapdragon START untuk Percepat Perangkat AI Personal

Sebaliknya, simpanan dalam bentuk deposito justru menyusut 3,85 persen yoy menjadi Rp187,13 triliun.