Mobileye, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemasok teknologi otonom untuk berbagai pabrikan otomotif, kini siap terjun langsung ke bisnis robotaxi.

Perusahaan mengumumkan rencana meluncurkan layanan ride-hailing otonom di "pasar metropolitan utama Amerika Serikat" pada tahun depan.

>>> Kia Carnival High Roof Meluncur di Korea, Tingginya Bertambah 27 cm

Armada awal diperkirakan terdiri dari sekitar 100 kendaraan, yang kemungkinan besar berupa crossover dengan sensor pod di atap serta sensor di fender depan dan belakang.

Mobileye akan mengambil pendekatan hati-hati untuk memvalidasi model operasional dalam kondisi sepenuhnya tanpa pengemudi.

Jika peluncuran awal berhasil, perusahaan berencana mengerahkan sekitar 17.000 robotaxi dalam lima tahun berikutnya.

Strategi Baru Mobileye

Langkah ini menandai pergeseran Mobileye dari sekadar pemasok teknologi menjadi operator armada otonom.

CEO Mobileye, Amnon Shashua, mengatakan bahwa industri semakin bergantung pada sejumlah kecil penyedia teknologi dan model bisnis.

Menurutnya, ada peluang untuk pendekatan baru yang dibangun di atas keahlian mengemudi otonom, kemitraan industri yang kuat, dan kemampuan yang terbukti di seluruh ekosistem mobilitas.

>>> GM dan Lockheed Martin Bersatu untuk Produksi Senjata Militer

Robotaxi Mobileye akan menggunakan platform Mobileye Drive dan Moovit Mobility Platform, serta dilengkapi aplikasi konsumen, perencanaan perjalanan multimodal, kendali misi AV, teknologi manajemen armada, dan integrasi dengan infrastruktur teleoperasi.

Meskipun meluncurkan layanan sendiri, Mobileye menegaskan tetap berkomitmen memasok Mobileye Drive ke pabrikan otomotif, operator mobilitas, dan pelanggan lain.

Perusahaan menyebut langkah ini sebagai "jalur komplementer ke pasar" yang dapat mempercepat penerapan, menghasilkan pembelajaran operasional, dan lebih mendemonstrasikan kemampuan platform Mobileye Drive dalam skala besar.

Informasi lebih lanjut akan diumumkan dalam acara Capital Markets Day tahun ini.

Mobileye juga akan bekerja sama dengan produsen kendaraan yang siap AV, yang mengindikasikan robotaxi mereka akan didasarkan pada kendaraan yang sudah ada di pasaran.

Persaingan robotaxi semakin ketat. Ford dan GM telah mundur, namun Tesla, Zoox (Amazon), Waymo (Google), dan Uber terus maju.

>>> Polisi Pennsylvania Tilang Hampir 700 Pengemudi karena Pegang Ponsel dalam 72 Jam

Uber bahkan berencana mengoperasikan hingga 50.000 robotaxi berbasis Rivian R2 dan Lucid Gravity.